B anten bukan provinsi kecil. Dengan lebih dari 12 juta jiwa dan posisi strategis sebagai gerbang barat Pulau Jawa, provinsi ini semestinya berdiri gagah dalam peta pendidikan nasional. Namun hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang baru saja dirilis memberi kita cermin yang tidak bisa diabaikan: Banten belum baik-baik saja. Skor SD/MI: Bahasa Indonesia 58,87 dan Matematika 41,44. Skor SMP/MTs: Bahasa Indonesia 58,76 dan Matematika 39,90. Deretan angka ini terlihat dingin dan teknis. Tapi di baliknya tersimpan kisah jutaan anak sekolah yang duduk di kelas setiap hari, mendengarkan guru, mengerjakan soal latihan, lalu tetap tidak mampu melampaui separuh dari kompetensi yang dituntut oleh kurikulumnya sendiri. Inilah ironi besar pendidikan kita: kurikulum sudah berubah, kebijakan sudah berganti, anggaran terus dikucurkan, tetapi di dalam kelas, yang terjadi masih sama seperti dua puluh tahun lalu. TKA Bukan Sekadar Ujian: Sebuah Diagnostik Sistem Sebelum me...