Pendahuluan Terbitnya Panduan Kokurikuler tahun 2025 oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen menandai babak baru dalam tata kelola pembelajaran di satuan pendidikan Indonesia. Panduan ini hadir dengan semangat yang terang: kokurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan ruang belajar yang dirancang secara sistematis untuk memperkuat delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman yang mindful , meaningful , dan joyful . Namun, di tengah niat baik kebijakan tersebut, realitas di lapangan justru memperlihatkan jurang yang mengkhawatirkan antara ideal dan praktik. Dua persoalan mendasar mencuat: pertama, banyak sekolah yang masih menyamakan kokurikuler dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); kedua, pelaksanaan kegiatan kokurikuler berlangsung tanpa analisis kebutuhan yang memadai sebagaimana diamanatkan panduan. Kedua masalah ini bukan sekadar kesalahan teknis, ia mencerminkan krisis pemahaman konseptual yang lebih dal...
Catatan tentang Literasi, Numerasi, dan Masa Depan Anak Kita Suatu pagi, seorang ayah mengajak anaknya ke pasar. Mereka berhenti di sebuah kios buah. “Jeruknya manis, Pak. Seribu tiga,” kata penjual. Sang anak membuka buku catatannya. Ia menulis: Harga jeruk = 1.300 rupiah. Ayahnya tersenyum. “Kalau kita beli 2 kilo, berapa yang harus dibayar?” Anak itu terdiam. Ia menatap catatannya, lalu menatap timbangan. Wajahnya ragu. Padahal di sekolah, ia baru saja mendapat nilai 95 untuk pelajaran matematika. Kita sering menemukan ironi seperti itu. Nilai tinggi di rapor, tetapi kebingungan di kehidupan nyata. Lulus ujian, tetapi tidak selalu lulus dalam memahami persoalan sederhana. Di ruang-ruang kelas kita, anak-anak belajar dengan tekun. Mereka menghafal rumus, mengingat definisi, dan berlatih mengerjakan soal. Mereka bahkan bisa menyelesaikan puluhan soal dalam waktu singkat. Tetapi ketika soal itu berubah sedikit saja, lebih dekat dengan kehidupan, lebih kabur, l...