MGMP SMA KOTA TANGERANG: ANTARA ADA DAN TIADA. Sebuah Essay Kritis tentang Organisasi yang Hidup Segan, Mati Tak Mau
I. PROLOG: SURAT UNTUK SEBUAH ORGANISASI YANG TERLUPAKAN Jika MGMP adalah manusia, ia adalah sosok yang hadir dalam absensi, namanya tercantum dalam surat keputusan, wajahnya muncul saat foto bersama di awal kepengurusan, lalu menghilang entah ke mana, hanya untuk muncul kembali menjelang pergantian pengurus berikutnya. Ia bukan hantu, karena hantu pun masih menghantui. Beberapa MGMP SMA Kota Tangerang lebih menyerupai patung yang dipajang di lobi: kehadirannya dianggap penting secara simbolik, namun tidak seorang pun benar-benar berdialog dengannya. Hanya sedikit MGMP yang bisa "berdialog". Kondisi ini bukan rahasia. Para guru tahu. Kepala sekolah tahu. Pengawas tahu. Kepala sekolah dan Pengawas yang jadi pembina MGMP juga tahu. Bahkan Dinas Pendidikan pun, dalam percakapan yang jujur, akan mengakuinya. Namun pengakuan tanpa tindakan hanya menghasilkan kesunyian yang semakin dalam. Dan di tengah kesunyian itulah ribuan guru SMA...