Langsung ke konten utama

Pemanfaatan AI dalam Perencanaan Pembelajaran.

 

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh guru adalah beban tugas administratif yang dapat menyita waktu dan energi, termasuk administrasi pembelajaran seperti modul ajar atau RPP. Mempersiapkan administrasi guru merupakan kegiatan perencanaan pembelajaran. Dengan bantuan AI, tugas-tugas seperti administrasi pembelajaran (TP, ATP, Modul Ajar/RPP), manajemen kelas, penilaian siswa, dan pengelolaan data dapat dilakukan secara otomatis dan efisien. Hal ini memungkinkan pendidik untuk lebih fokus pada pengajaran dan interaksi dengan siswa.

 Selain itu, pada paradigma baru pembelajaran, pembelajaran berpusat pada peserta didik sehingga guru harus memperhatikan kebutuhan peserta didik seperti kesiapan belajar, profil belajar dan minat belajar. Dalam membuat perencanaan pembelajaran, guru membutuhkan data-data tentang kebutuhan peserta didik seperti tingkat penguasaan peserta didik terhadap pengetahuan awal materi yang akan dipelajari, preferensi belajar peserta didik dan minat belajar peserta didik. Data-data kebutuhan peserta didik didapat melalui berbagai kegiatan asesmen dan ini dianggap merepotkan. AI dapat membantu guru untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan asesmen.

Secara formal perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan menyusun dokumen pembelajaran seperti ATP dan modul ajar atau RPP. Hakikat dari perencanaan pembelajaran merupakan proses sistematis yang dilakukan oleh guru untuk menentukan tujuan, strategi, metode, dan alat yang akan digunakan dalam pembelajaran. Hakikat dari perencanaan pembelajaran adalah untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan terarah, terstruktur, dan efektif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Perencanaan yang baik juga harus mempertimbangkan karakteristik peserta didik, materi pelajaran, metode pengajaran, serta evaluasi dan penilaian.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, perencanaan pembelajaran harus berfokus pada pencapaian kompetensi siswa secara holistik, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata. Pembelajaran dirancang untuk mendorong kemandirian belajar, eksplorasi, dan kreativitas siswa, dengan memperhatikan perbedaan minat, kebutuhan, dan potensi masing-masing individu.

Perencanaan pembelajaran dalam kurikulum merdeka dimulai dengan menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai diakhir pembelajaran. Pendekatan perencanaan yang diawali dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai dikenal dengan pendekatan Backward Design,  yaitu pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang dimulai dari hasil akhir yang diinginkan. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas sebelum merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian. Tahap pertama kegiatan perencanaan dimulai dengan menentukan hasil akhir yang diinginkan, bukan dimulai dengan materi apa yang akan diajar, melainkan apa yang dapat dipahami dan diaplikasikan peserta didik dari materi tersebut. Tujuan pembelajaran bukan sekadar memahami konsep X atau langkah Y, melainkan hasil apa yang akan diperoleh peserta didik jika mereka memiliki pemahaman-pemahaman tersebut. Tahap kedua merancang asesmen yang akan digunakan untuk menentukan bukti bahwa peserta didik sudah mencapai  tujuan pembelajaran. Tahap ketiga menyusun kegiatan apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai  pembelajaran, langkah pembelajaran apa yang bisa membantu peserta didik untuk membangun kompetensi yang akan dituju.

Pada tahap pertama perencanaan pembelajaran dengan pendekatan Backward Design, guru menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai diakhir pembelajaran. Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah mencapai tujuan pembelajaran pada akhir pembelajaran, guru harus menentukan indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Indikator keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran akan membantu guru untuk menentukan asesmen untuk mendapatkan bukti bahwa peserta didik sudah mencapai tujuan pembelajaran. Dalam menentukan teknik asesmen dan instrumennya guru harus mengacu pada tuntutan kompetensi yang diminta oleh indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Setelah guru menetapkan bukti dan teknik yang akan dilakukan, berikutnya menyusun kegiatan apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai  pembelajaran, langkah pembelajaran apa yang bisa membantu peserta didik untuk membangun kompetensi yang akan dituju. Dalam menentukan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, guru harus melihat kondisi peserta didik kelas yang akan mengikuti pembelajaran. Guru harus memperhatikan kebutuhan peserta didik sebelum menentukan langkah-langkah pembelajaran.

Kalau melihat rangkaian kegiatan perencanaan dengan pendekatan Backward Design dipastikan sebagian besar guru akan mengatakan merepotkan, rumit, butuh waktu panjang dll. Memang kalua dilakukan secara manual akan merepotkan dan menambah beban kerja guru, namun dengan kemajuan teknologi berbasis AI pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Jadi tinggal bagaimana guru bisa berdampingan dengan teknologi dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

 

1.1   Pemanfaatan AI untuk Menganalisis Capaian Pembelajaran.

Pemerintah telah menetapkan Capaian Pembelajaran yang menjadi rujukan utama dalam pengembangan rancangan pembelajaran, khususnya untuk kegiatan intrakurikuler. Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan, tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase. Proses berpikir dalam merencanakan pembelajaran ditunjukkan dalam Gambar 2.1 di bawah ini.

 

Gambar 2.1

Untuk bisa mengurai Capaian Pembelajaran (CP) menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, pendidik harus memahami CP. Memahami CP adalah langkah pertama yang sangat penting. Setiap pendidik perlu familiar dengan apa yang perlu mereka ajarkan. Pendidik harus memahami Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di capaian pembelajaran akhir fase,  kata-kata kunci apa yang penting dalam CP? Bagaimana capaian dalam fase ini akan dicapai peserta  didik? Materi apa saja yang akan dipelajari dan seberapa luas serta mendalam? Proses belajar seperti apa yang akan ditempuh peserta didik?

Ada  beberapa  hal  yang  perlu  dipahami  tentang  kekhasan  CP  sebelum  memahami  isi  dari  capaian untuk setiap mata pelajaran.

         Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar. Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin dikembangkan dinyatakan dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah. Dengan dirangkaikan sebagai paragraf, ilmu pengetahuan yang dipelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan.

         Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.

Secara formal analisis CP cukup dengan mengidentifikasi CP menguraikannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang kemudian diurut menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Namun untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang efektif guru tidak cukup hanya mengetahui TP dan ATP saja, tapi harus mengetahui apa indicator ketercapaian tujuan pembelajaran (IKTP) yang akan dilaksanakan. Dengan mengetahui Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP) guru memiliki tolak ukur yang jelas dan spesifik untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain itu IKTP berfungsi sebagai panduan yang jelas bagi guru dan peserta didik dalam mengarahkan proses pembelajaran dan asesmen yang akan dilaksanakan. Dari IKTP guru dengan mudah menentukan materi apa saja yang akan dipelajari dan model atau kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan sesuai tuntutan kompetensi pada indicator.

Dengan menyusun IKTP maka guru mengetahui indikator mana yang membutuhkan materi prasyarat untuk dilaksanakan asesmen awal, indicator mana yang cukup dilakukan asesmen formatif dan indicator mana yang membutuhkan asesmen formatif dan sumatif. Bagaimana bentuk pelaksanaan asesmennya. Dari kompetensi setiap indicator guru dapat merancang model dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Proses analisis CP idealnya seperti gambar berikut:

 


 Gambar. 2.2

Kehadiran teknologi AI khususnya jenis Asistant Virtual seperti Chatbot dapat membantu guru dalam mengerjakan tugas-tugasnya, baik tugas administrasi, pembelajaran maupun penilaian dan tindak lanjut. Chatbot yang saat ini popular dan mudah digunakan diantaranya: Chatgpt dari Open Ai, Gemini dari Google, Copilot dari Microsoft. Guru bisa memilih satu atau lebih chatbot untuk digunakan dalam membantu tugas-tugas guru. Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangan. Hasil sangat tergantung pada kejelasan prompt (perintah/ instruksi yang Anda tulis untuk berinteraksi dengan chatbot) yang dibuat.

Dalam membuat prompt ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar prompt efektif, yaitu:

·         Persona / Peran: Tentukan peran yang Anda inginkan untuk  chatbot agar sesuai dengan tugas Anda.

Contoh : Anda seorang guru Matematika SMA berpengalaman..

·         Tugas / Langkah: Jelaskan secara detail bantuan yang Anda  butuhkan.

Contoh: Tolong buatkan analisis CP yang meliputi : Tujuan Pembelajaran, Indikator pencapaian tujuan pembelajaran, materi esensial, dan materi prasyarat.

·         Format / Nada: Bagaimana Anda ingin respons  ditampilkan atau diformat.

Contoh: Buat dalam format tabel dan struktur yang jelas.

Contoh analisis CP untuk mata pelajaran matematika fase F menggunakan Chatgpt.

Masukan Prompt berikut ke chatgpt:

Sebagai ahli kurikulum pembelajaran dan guru matematika berpengalaman anda menganalisis capaian pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, indikator spesifik pencapaian setiap rujuan pembelajaran yang mengacu taxonomy bloom-anderson dan Tahapan Kompeten yaitu urutan yang menggambarkan tahapan pencapaian capaian kompetensi untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, materi esensial setiap tujuan pembelajaran dan materi prasyarat setiap tujuan pembelajaran dari Capaian Pembelajaran berikut: Pada akhir Fase F, peserta didik dapat memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas. Mereka dapat menyatakan data dalam bentuk matriks, dan menentukan fungsi invers, komposisi fungsi dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata. Mereka dapat menerapkan teorema tentang lingkaran, dan menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran untuk menyelesaikan masalah. Mereka juga dapat melakukan proses penyelidikan statistika untuk data bivariat dan mengevaluasi berbagai laporan berbasis statistik. 

Hasil setelah diexport kedalam format word (masukan prompt : tolong export ke dalam format word)

Analisis Capaian Pembelajaran

Analisis capaian pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, indikator spesifik, tahapan pencapaian kompetensi, materi esensial, dan materi prasyarat.

Pemodelan Pinjaman dan Investasi dengan Bunga Majemuk dan Anuitas

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas.

Indikator Spesifik:

  • Menghitung bunga majemuk menggunakan rumus tertentu.
  • Menentukan nilai akhir investasi atau pinjaman dalam berbagai skenario anuitas.
  • Memecahkan masalah terkait anuitas dan bunga majemuk dalam konteks kehidupan nyata.

Tahapan Kompetensi (Bloom-Anderson):

  1. Pengenalan Konsep (Remembering): Memahami rumus bunga majemuk dan anuitas.
  2. Pemahaman (Understanding): Menjelaskan bagaimana bunga majemuk bekerja pada pinjaman dan investasi.
  3. Aplikasi (Applying): Menghitung bunga dan nilai akhir menggunakan data konkret.
  4. Analisis (Analyzing): Membandingkan skenario yang melibatkan bunga majemuk dan anuitas untuk mengambil keputusan finansial.

  • Materi Esensial: Bunga majemuk, rumus anuitas, aplikasi bunga pada investasi dan pinjaman.
  • Materi Prasyarat: Aritmetika dasar, aljabar sederhana, pemahaman konsep bunga sederhana.

Matriks dan Operasi Matriks

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menyatakan data dalam bentuk matriks.

Indikator Spesifik:

  • Menyusun data dalam bentuk matriks dari situasi nyata.
  • Melakukan operasi dasar matriks (penjumlahan, pengurangan, perkalian).
  • Menggunakan matriks untuk menyelesaikan masalah linear.

Tahapan Kompetensi (Bloom-Anderson):

  1. Pengenalan Konsep (Remembering): Mengetahui bentuk umum matriks dan operasi dasar.
  2. Pemahaman (Understanding): Menjelaskan penggunaan matriks dalam representasi data.
  3. Aplikasi (Applying): Menggunakan matriks untuk memodelkan data dari dunia nyata.
  4. Analisis (Analyzing): Menganalisis bagaimana operasi matriks dapat digunakan dalam konteks statistika atau ilmu komputer.

  • Materi Esensial: Bentuk dan operasi matriks, aplikasi matriks dalam berbagai bidang.
  • Materi Prasyarat: Konsep aljabar dasar, pemahaman tentang sistem persamaan linear.

Fungsi Invers, Komposisi Fungsi, dan Transformasi Fungsi

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata.

Indikator Spesifik:

  • Menentukan invers suatu fungsi secara analitik.
  • Menggunakan komposisi fungsi untuk menyelesaikan masalah.
  • Mengidentifikasi dan menerapkan transformasi fungsi dalam berbagai kasus.

Tahapan Kompetensi (Bloom-Anderson):

  1. Pengenalan Konsep (Remembering): Memahami definisi fungsi invers, komposisi, dan transformasi.
  2. Pemahaman (Understanding): Menjelaskan hubungan antara fungsi dan inversnya.
  3. Aplikasi (Applying): Menerapkan fungsi invers dan komposisi untuk masalah dunia nyata.
  4. Evaluasi (Evaluating): Mengevaluasi model fungsi yang digunakan dalam konteks dunia nyata.

  • Materi Esensial: Fungsi invers, komposisi fungsi, transformasi fungsi.
  • Materi Prasyarat: Konsep dasar fungsi dan grafik fungsi.

Lingkaran: Teorema, Panjang Busur, dan Luas Juring

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menerapkan teorema tentang lingkaran dan menentukan panjang busur serta luas juring untuk menyelesaikan masalah.

Indikator Spesifik:

  • Menghitung panjang busur dan luas juring lingkaran.
  • Menggunakan teorema lingkaran dalam pemecahan masalah geometris.
  • Menerapkan konsep ini dalam berbagai situasi kontekstual.

Tahapan Kompetensi (Bloom-Anderson):

  1. Pengenalan Konsep (Remembering): Mengetahui rumus panjang busur dan luas juring.
  2. Pemahaman (Understanding): Menjelaskan aplikasi teorema lingkaran.
  3. Aplikasi (Applying): Menerapkan rumus dalam konteks masalah kehidupan nyata.
  4. Analisis (Analyzing): Menggunakan teorema lingkaran untuk memecahkan masalah kompleks.

  • Materi Esensial: Panjang busur, luas juring, teorema lingkaran.
  • Materi Prasyarat: Geometri dasar, terutama tentang lingkaran.

Penyelidikan Statistik untuk Data Bivariat

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat melakukan proses penyelidikan statistika untuk data bivariat dan mengevaluasi berbagai laporan berbasis statistik.

Indikator Spesifik:

  • Mengumpulkan dan menganalisis data bivariat.
  • Menginterpretasikan hasil penyelidikan statistika.
  • Mengevaluasi validitas laporan statistik.

Tahapan Kompetensi (Bloom-Anderson):

  1. Pengenalan Konsep (Remembering): Mengetahui cara mengumpulkan data bivariat.
  2. Pemahaman (Understanding): Menjelaskan hubungan antara dua variabel.
  3. Aplikasi (Applying): Menggunakan analisis statistik untuk memprediksi atau menjelaskan hubungan antarvariabel.
  4. Evaluasi (Evaluating): Mengevaluasi laporan statistik dari data bivariat.

  • Materi Esensial: Data bivariat, metode analisis statistika, interpretasi grafik dan tabel.
  • Materi Prasyarat: Statistika dasar, konsep korelasi dan regresi.

Guru bisa meminta hasil dalam bentuk tabel dengan mengetikan prompt: Hasil disajikan dalam bentuk tabel. Atau dengan melampirkan tabel yang diinginkan guru seperti berikut:



Hasilnya setelah diexport ke word:

Tabel Analisis Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Kompetensi

Lingkup Materi

Tujuan Pembelajaran

Indikator Keberhasilan

Materi Esensial

Materi Prasyarat

Memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas

Memodelkan

Bunga majemuk dan anuitas

Peserta didik dapat memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas.

-       Menjelaskan konsep bunga majemuk dan anuitas.

-       Menghitung nilai akhir dari pinjaman atau investasi dengan bunga majemuk dan anuitas.

-       Menganalisis skenario investasi.

Konsep bunga majemuk dan rumus anuitas

Aritmetika dasar, bunga sederhana

Menyatakan data dalam bentuk matriks

Menyatakan

Matriks

Peserta didik dapat menyatakan data dalam bentuk matriks.

-       Mengidentifikasi elemen-elemen matriks.

-       Menyatakan data dalam bentuk matriks.

-       Melakukan operasi matriks seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.

Definisi dan jenis-jenis matriks

Pengetahuan dasar aritmetika

Menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata

Menentukan, Memodelkan

Fungsi invers, komposisi fungsi, transformasi fungsi

Peserta didik dapat menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata.

-       Menjelaskan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi.

-       Menghitung fungsi invers dan komposisi fungsi.

-       Mengaplikasikan transformasi fungsi.

Fungsi invers, komposisi fungsi, transformasi fungsi

Aljabar dasar, konsep fungsi

Menerapkan teorema tentang lingkaran

Menerapkan

Teorema lingkaran, busur, juring

Peserta didik dapat menerapkan teorema tentang lingkaran dan menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran untuk menyelesaikan masalah.

-       Menjelaskan teorema tentang lingkaran.

-       Menghitung panjang busur dan luas juring.

-       Menyelesaikan soal terkait lingkaran.

Teorema lingkaran, panjang busur, luas juring

Geometri dasar, sudut pusat

Melakukan proses penyelidikan statistika untuk data bivariat

Melakukan

Statistika bivariat, regresi linear

Peserta didik dapat melakukan penyelidikan statistika untuk data bivariat dan mengevaluasi berbagai laporan berbasis statistik.

-       Mengumpulkan dan menganalisis data bivariat.

-       Menggunakan regresi linear untuk memodelkan data.

-       Mengevaluasi laporan berbasis statistik.

Data bivariat, regresi linear, analisis statistik

Statistika dasar, konsep korelasi

Dari hasil ini guru tinggal melakukan editing, memeriksa ketepatan, mengurangi atau menambahkan sesuai kebutuhan.Untuk selanjutnya membuat ATP. Ketikan prompt berikut pada chatgpt (masih satu halaman dengan analisis CP agar tersambung dengan TP hasil analisis CP). Tabel ATP sebaiknya ditentukan agar hasilnya sesuai yang diinginkan.

 

 

 Sisipkan gambar tabel dan ketikan prompt:

Tolong buatkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) seperti tabel terlampir. Untuk catatan inspirasi merupakan penjelasan esensi setiap tujuan pembelajaran.

Hasilnya setelah diexport ke word.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Capaian Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Indikator Keberhasilan

Materi Esensial

Materi Prasyarat

Kelas

Catatan Inspiratif

Memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas

Peserta didik dapat memodelkan pinjaman dan investasi dengan bunga majemuk dan anuitas.

·         Menjelaskan konsep bunga majemuk dan anuitas.

·         Menghitung nilai akhir dari pinjaman atau investasi dengan bunga majemuk dan anuitas.

·         Menganalisis skenario investasi.

Konsep bunga majemuk dan rumus anuitas

Aritmetika dasar, bunga sederhana

11

Memahami cara kerja bunga majemuk dan anuitas penting dalam dunia nyata, terutama untuk perencanaan keuangan pribadi dan investasi.

Menyatakan data dalam bentuk matriks

Peserta didik dapat menyatakan data dalam bentuk matriks.

·         Mengidentifikasi elemen-elemen matriks.

·         Menyatakan data dalam bentuk matriks.

·         Melakukan operasi matriks seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.

Definisi dan jenis-jenis matriks

Pengetahuan dasar aritmetika

11

Matriks adalah alat penting dalam representasi data kompleks yang banyak digunakan dalam ilmu komputer, ekonomi, dan ilmu data.

Menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata

Peserta didik dapat menentukan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata.

·         Menjelaskan fungsi invers, komposisi fungsi, dan transformasi fungsi.

·         Menghitung fungsi invers dan komposisi fungsi.

·         Mengaplikasikan transformasi fungsi.

Fungsi invers, komposisi fungsi, transformasi fungsi

Aljabar dasar, konsep fungsi

12

Konsep ini membantu dalam memahami perubahan dan interaksi antar variabel dalam banyak fenomena kehidupan sehari-hari seperti dalam fisika dan ekonomi.

Menerapkan teorema tentang lingkaran

Peserta didik dapat menerapkan teorema tentang lingkaran dan menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran untuk menyelesaikan masalah.

·         Menjelaskan teorema tentang lingkaran.

·         Menghitung panjang busur dan luas juring.

·         Menyelesaikan soal terkait lingkaran.

Teorema lingkaran, panjang busur, luas juring

Geometri dasar, sudut pusat

11

Pemahaman teorema lingkaran sangat penting dalam arsitektur, astronomi, dan teknik, di mana bentuk melingkar sering ditemukan.

Melakukan proses penyelidikan statistika untuk data bivariat

Peserta didik dapat melakukan penyelidikan statistika untuk data bivariat dan mengevaluasi berbagai laporan berbasis statistik.

·         Mengumpulkan dan menganalisis data bivariat.

·         Menggunakan regresi linear untuk memodelkan data.

·         Mengevaluasi laporan berbasis statistik.

Data bivariat, regresi linear, analisis statistik

Statistika dasar, konsep korelasi

12

Statistika bivariat sangat membantu dalam memahami hubungan antara dua variabel, misalnya dalam penelitian sosial dan sains.

*Guru tinggal mengedit dan mengurutkan tujuan pembelajaran sesuai ketentuan penyusunan ATP.

Semua yang dihasilkan AI hanya berupa draft yang harus diperiksa ulang oleh guru, disesuaikan dengan ketentuan dan kebutuhan. Hasil AI bukan hasil final.

 

1.2 Pemanfaatan AI untuk Penyusunan Modul Ajar atau RPP

Contoh prompt membuat modul ajar yang bisa digunakan pada chatgpt.com atau gemini.google.com.

Contoh 1:

Prompt Modul Ajar Versi Lengkap:

Saya ............. , Guru ............... SMA.........., Tolong buatkan Modul Ajar (rencana pembelajaran) dengan pendekatan berdiferensiasi untuk kelas .... dengan tujuan pembelajaran : .............................., .... jam pelajaran (45 menit), menggunakan model pembelajaran ............ dengan sintaks

1) ......................................................................

2) ......................................................................;

3) ......................................................................;

4) ......................................................................; dan

5) ......................................................................

olong buatkan kegiatan yang dapat melatih peserta didik untuk aktif, kreatif, dan kolaboratif. Adapun susunannya sebagai berikut :

1.         Identitas penulis

2.         Kompetensi awal

3.         Profil pelajar Pancasila (pilih yang sesuai : 1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia; 2) Berkebhinekaan Global; 3) Bergotong Royong; 4) Mandiri; 5) Bernalar Kritis; dan 6) Kreatif)

4.         Sarana dan prasarana

5.         target peserta didik

6.         Model pembelajaran yang digunakan

7.         Tujuan pembelajaran (samakan dengan yang ada di atas)

8.         Asesmen

9.         Pemahaman bermakna (Enduring understanding)

10.     Materi/Bahan Ajar (buatkan rangkuman materinya, jadikan 3-4 paragraf)

11.     Pertanyaan pemantik (essential questions)

12.     Kegiatan pembelajaran (langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran termasuk waktunya)

13.     Refleksi peserta didik dan pendidik

14.     Lembar kerja peserta didik (Buatkan rubrik penilaian analitik untuk tugas diskusi dan presentasi siswa dengan tema di atas dengan skala likert)

15.     Pengayaan dan remedial

16.     Bahan bacaan pendidik dan peserta didik

17.     Glosarium

18.     Daftar pustaka



Contoh 2.

Prompt Modul Ajar Minimal

Saya ............. , Guru ............... SMA.........., Tolong buatkan Modul Ajar (rencana pembelajaran) dengan pendekatan berdiferensiasi untuk kelas .... dengan tujuan pembelajaran : .............................., .... jam pelajaran (45 menit), menggunakan model pembelajaran ............ dengan sintaks

1) ......................................................................

2) ......................................................................;

3) ......................................................................;

4) ......................................................................; dan

5) ......................................................................

 

Tolong buatkan kegiatan yang dapat melatih peserta didik untuk aktif, kreatif, dan kolaboratif. Adapun susunannya sebagai berikut :

1.         Tujuan pembelajaran

2.         Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran

3.         Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.

4.         Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.

5.         Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik.

Contoh 3.

Prompt RPP Minimal

Saya Janis Joplin Guru Bahasa Indonesia SMA Rock and Roll Tolong buatkan RPP (rencana pembelajaran) berdiferensiasi untuk kelas X dengan tujuan pembelajaran : Peserta didik mampu Mengkreasi Teks Sastra Cerpen, 8 jam pelajaran (45 menit), menggunakan model pembelajaran Projec Based Learning (PJBL).

 

Tolong buatkan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang meliputi deferensiasi konten, proses dan produk, yang dapat melatih anak untuk aktif, kreatif, dan kolaboratif. Adapun susunannya sebagai berikut :

  1. Identitas yang meliputi Sekolah, Pelajaran, Kelas/Semester, Jam Pelajaran.
  2. Tujuan pembelajaran
  3. Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan,  lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik
  4. Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Kegiatan pendahuluan dimulai dengan memberikan motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran, asesmen awal, pengelompokkan berdasarkan hasil asesmen awal
  5. Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
  6. Rencana asesmen di akhir pembelajaran (Sumatif) untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
  7. Rubrik penilaian Sumatif
  8. Instrumen asesmen awal terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban.
  9. Instrumen asesmen sumatif berupa tugas membuat Cerpen dengan 3 pilihan berdasarkan deferensiasi konten dan pilihan berdasarkan deferensiasi produk.
  10. Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya. 

Hasil dari chatgpt setelah dieksport ke dalam format Word (Prompt: Tolong eksport ke dalam format Word)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi

1. Identitas

Sekolah: SMA Rock and Roll
Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas/Semester: X / Semester 1
Alokasi Waktu: 8 x 45 menit (8 JP)
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL)

2. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:
- Memahami struktur dan unsur-unsur cerpen.
- Mengembangkan ide cerita dengan kreativitas yang tinggi.
- Menulis cerpen dengan bahasa yang baik dan sesuai konteks.
- Menyajikan cerpen yang telah dibuat secara kolaboratif dan kreatif.

3. Media Pembelajaran

- Bahan Bacaan: Contoh cerpen yang relevan dari berbagai sumber sastra Indonesia
- Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD): Panduan pembuatan cerpen
- Video Pembelajaran: Video pendek tentang struktur cerpen dan teknik penulisan kreatif
- Tautan Situs Web: Referensi cerpen dari situs literasi, seperti cerpenmu.com
- Aplikasi Kolaborasi: Google Docs/Padlet untuk kolaborasi menulis cerpen secara kelompok

4. Langkah-langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Pendahuluan

1.       Guru menyampaikan salam dan membuka pelajaran dengan memberikan motivasi terkait pentingnya karya sastra dalam mengembangkan imajinasi dan kreativitas.

2.       Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari pembuatan cerpen.

3.       Guru melakukan asesmen diagnostik (asesmen awal) untuk mengetahui pemahaman awal peserta didik terkait cerpen.

b. Kegiatan Inti

·         Fase 1: Menyusun Rencana

1.       Berdasarkan hasil asesmen awal, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan (pemula, menengah, mahir).

2.       Setiap kelompok mendapat tema berbeda sesuai kemampuan. Peserta yang lebih mahir diberikan tema yang lebih kompleks.

3.       Guru menjelaskan struktur cerpen melalui presentasi interaktif.

·         Fase 2: Penelitian dan Pengumpulan Data

1.       Siswa melakukan brainstorming ide cerita dalam kelompok.

2.       Mengembangkan ide cerita berdasarkan tema.

3.       Guru memberikan bimbingan bagi peserta didik yang membutuhkan.

·         Fase 3: Pengembangan Produk

1.       Setiap kelompok menulis cerpen berdasarkan ide yang telah dirancang.

2.       Siswa yang lebih mahir dapat membuat cerpen dengan unsur sastra lebih kompleks (deferensiasi produk).

3.       Menulis draf pertama secara kolaboratif menggunakan Google Docs.

·         Fase 4: Penyajian Produk

1.       Kelompok mempresentasikan hasil cerpen mereka (Tulisan, grafis, video, audio)

2.       Peserta lain memberikan umpan balik.

3.       Revisi cerpen berdasarkan umpan balik.

c. Kegiatan Penutup

1.       Refleksi bersama tentang proses pembuatan cerpen.

2.       Guru memberikan kesimpulan dan memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan menulis.

3.       Penugasan: Merevisi cerpen secara individu berdasarkan umpan balik.

5. Rencana Asesmen Awal

- Jenis Asesmen: Tes Diagnostik
- Instrumen: 10 soal pilihan ganda tentang unsur cerpen.
- Cara Penilaian: Digunakan untuk menentukan kelompok pembelajaran.

Instrumen Asesmen Awal

1. Apa yang dimaksud dengan tema dalam cerpen?
   a. Tokoh utama
   b. Latar cerita
   c. Pokok pikiran utama
   d. Alur cerita
   e. Sudut pandang

2. Unsur manakah yang menggambarkan waktu dan tempat terjadinya cerita?
   a. Alur
   b. Tema
   c. Latar
   d. Tokoh
   e. Amanat

(Dilanjutkan hingga 10 soal)

6. Rencana Asesmen Sumatif

- Tugas: Peserta didik membuat cerpen individu.
- Pilihan Berdasarkan Deferensiasi Konten:
   1. Kehidupan remaja
   2. Pengalaman pribadi
   3. Cerita fantasi
- Pilihan Berdasarkan Deferensiasi Produk:
   1. Cerpen minimal 3 halaman.
   2. Cerpen dalam bentuk visual narasi (komik).
   3. Cerpen dalam bentuk audio drama (podcast).

7. Rubrik Penilaian Sumatif

Aspek Penilaian

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Struktur Cerpen

Tidak lengkap

Cukup lengkap

Lengkap

Sangat lengkap

Kreativitas Ide

Kurang orisinal

Cukup orisinal

Orisinal

Sangat orisinal

Bahasa

Banyak kesalahan

Beberapa kesalahan

Sedikit kesalahan

Tidak ada kesalahan

Kolaborasi

Tidak terlibat

Sedikit terlibat

Terlibat baik

Sangat aktif terlibat

Penyajian

Kurang jelas

Cukup jelas

Jelas

Sangat jelas dan menarik

 

Untuk melengkapi instrument asesmen awal dan sumatif, masukan prompt berikut:

Tolong buatkan instrumen asesmen awal berbentuk 10 soal PG dengan 5 pilihan jawaban lengkap dengan kunci jawaban serta pembahasan. Buatkan juga instrumen asesmen sumatif berbentuk produk menulis cerpen dengan memperhatikan diferensiasi konten dan produk

Hasilnya setelah di eksport ke format Word:

Instrumen Asesmen Awal dan Sumatif

Instrumen Asesmen Awal

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Apa yang dimaksud dengan tema dalam cerpen?

a.       Tokoh utama

b.       Latar cerita

c.       Pokok pikiran utama

d.       Alur cerita

e.       Sudut pandang

Kunci Jawaban: c. Pokok pikiran utama

Pembahasan: Tema adalah pokok pikiran atau gagasan utama yang mendasari keseluruhan cerita.

2. Unsur cerpen yang menggambarkan tempat dan waktu terjadinya cerita disebut…

a.       Tema

b.       Latar

c.       Alur

d.       Sudut pandang

e.       Tokoh

Kunci Jawaban: b. Latar

Pembahasan: Latar menggambarkan waktu, tempat, dan suasana di mana cerita terjadi.

3. Alur dalam cerpen berfungsi untuk…

a.       Menyusun peristiwa dalam cerita

b.       Menentukan latar cerita

c.       Memperjelas tema

d.       Menggambarkan tokoh utama

e.       Menyampaikan sudut pandang penulis

Kunci Jawaban: a. Menyusun peristiwa dalam cerita

Pembahasan: Alur adalah rangkaian peristiwa yang disusun secara berurutan dalam sebuah cerita.

4. Tokoh utama dalam cerpen biasanya memiliki ciri-ciri berikut, kecuali…

a.       Memiliki peran sentral dalam cerita

b.       Selalu digambarkan sebagai sosok yang baik

c.       Berhubungan dengan semua peristiwa utama

d.       Mengalami perubahan karakter

e.       Mempengaruhi jalannya cerita

Kunci Jawaban: b. Selalu digambarkan sebagai sosok yang baik

Pembahasan: Tokoh utama tidak selalu digambarkan sebagai sosok yang baik, tetapi perannya sentral dalam cerita.

5. Sudut pandang orang pertama dalam cerpen adalah…

a.       Penulis berada di luar cerita dan tidak terlibat

b.       Tokoh utama berbicara dengan kata “aku” atau “saya”

c.       Cerita menggunakan sudut pandang orang kedua

d.       Penulis mengetahui semua perasaan dan pikiran tokoh

e.       Cerita disampaikan dari pandangan tokoh pendukung

Kunci Jawaban: b. Tokoh utama berbicara dengan kata “aku” atau “saya”

Pembahasan: Sudut pandang orang pertama menggunakan kata “aku” atau “saya” yang berperan langsung dalam cerita.

6. Amanat dalam cerpen adalah…

a.       Pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca

b.       Konflik utama yang dialami oleh tokoh utama

c.       Hubungan antara latar dan alur

d.       Gambaran keseluruhan cerita

e.       Penokohan dalam cerita

Kunci Jawaban: a. Pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca

Pembahasan: Amanat adalah pesan moral yang tersirat atau tersurat dalam cerita.

7. Apa yang dimaksud dengan klimaks dalam alur cerita?

a.       Pengenalan tokoh dan latar

b.       Bagian puncak konflik yang paling mendebarkan

c.       Penyelesaian konflik

d.       Awal mula cerita

e.       Penutup cerita

Kunci Jawaban: b. Bagian puncak konflik yang paling mendebarkan

Pembahasan: Klimaks adalah titik puncak dari ketegangan atau konflik yang terjadi dalam cerita.

8. Konflik dalam cerpen biasanya terjadi antara…

a.       Tokoh dan latar

b.       Tokoh dan tema

c.       Tokoh dengan dirinya sendiri atau tokoh lain

d.       Alur dan sudut pandang

e.       Tokoh dan penulis

Kunci Jawaban: c. Tokoh dengan dirinya sendiri atau tokoh lain

Pembahasan: Konflik adalah permasalahan yang dihadapi oleh tokoh, baik secara internal (dengan dirinya sendiri) atau eksternal (dengan tokoh lain).

9. Penokohan dalam cerpen berfungsi untuk…

a.       Menentukan alur cerita

b.       Menggambarkan karakter atau watak tokoh

c.       Menentukan sudut pandang cerita

d.       Mengatur latar belakang cerita

e.       Mengungkapkan amanat cerita

Kunci Jawaban: b. Menggambarkan karakter atau watak tokoh

Pembahasan: Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan sifat atau karakter dari tokoh dalam cerita.

10. Struktur cerpen yang benar adalah…

a.       Pengenalan, alur, latar, penutup

b.       Latar, penokohan, tema, amanat

c.       Pengenalan, konflik, klimaks, penyelesaian

d.       Tema, amanat, latar, alur

e.       Sudut pandang, tema, latar, amanat

Kunci Jawaban: c. Pengenalan, konflik, klimaks, penyelesaian

Pembahasan: Struktur umum cerpen terdiri dari pengenalan, konflik, klimaks, dan penyelesaian.


Instrumen Asesmen Sumatif

Tugas: Peserta didik diwajibkan menulis cerpen secara individu dengan memperhatikan pilihan tema (deferensiasi konten) dan bentuk penyajian (deferensiasi produk).

Pilihan Berdasarkan Deferensiasi Konten:

1.       Kehidupan Remaja: Cerpen yang berfokus pada masalah, pengalaman, atau konflik yang dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari.

2.       Pengalaman Pribadi: Cerpen yang diangkat dari kisah nyata atau pengalaman pribadi yang diolah menjadi cerita fiksi.

3.       Cerita Fantasi: Cerpen yang mengandung unsur imajinatif, magis, atau peristiwa-peristiwa yang tidak terjadi di dunia nyata.

Pilihan Berdasarkan Deferensiasi Produk:

1.       Cerpen Tertulis: Buat cerpen dengan panjang minimal 3 halaman, menggunakan format standar (Arial 12, spasi 1.5) yang memperhatikan unsur-unsur cerpen (tema, alur, tokoh, latar, dan amanat).

2.       Cerpen dalam Bentuk Komik: Alihkan cerita yang sudah kamu buat ke dalam bentuk komik visual dengan minimal 8 panel. Pastikan cerita tetap memiliki alur yang jelas dan unsur cerpen lainnya.

3.       Cerpen dalam Bentuk Audio Drama: Rekam cerpen dalam bentuk podcast atau audio drama dengan dialog antar tokoh. Pastikan narasi dan suara tokoh-tokoh dalam cerita terdengar jelas dan sesuai dengan cerita yang kamu buat.

`             RPP yang dihasilkan AI merupakan draft untuk diedit oleh guru, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.

 

Daftar Pustaka.

Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Revisi 2024. Jakarta. 2024.

Gagné, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles of Instructional Design. Harcourt Brace Jovanovich College Publishers.

Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design. ASCD.

Lanjut bagian 3: Pemanfaatan AI dalam menyusun bahan ajar dan Media Pembelajaran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka

    A.       Pendahuluan Perkembangan pesat teknologi AI telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Dari sektor kesehatan hingga industri, AI telah menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dunia pendidikan pun tak ketinggalan. Dengan kemampuannya dalam memproses data dan belajar dari pengalaman, AI menawarkan peluang untuk merevolusi cara kita belajar dan mengajar. Pembelajaran yang dipersonalisasi, penilaian yang lebih efektif, dan pengalaman belajar yang lebih interaktif adalah beberapa contoh manfaat yang dapat kita peroleh dari penerapan AI dalam pendidikan. Pemanfaatan AI dalam pendidikan diantaranya   membantu guru dalam menyelesaikan masalah kewajiban administratif, mempersiapkan bahan ajar dan media pembelajaran, merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, pembelajaran dan penilaian adaptif. Sudah menjadi masalah umum di kalangan guru bahwa   salah satu kendala atau k...

Wahai orangtua, guru, kepala sekolah, pejabat pendidikan berhati-hatilah!

  Setiap orangtua pasti mengharapkan anaknya mendapatkan pendidikan yang baik dan bersekolah di sekolah yang bagus. Mereka berusaha dengan berbagai cara, seperti mengikuti bimbingan belajar pada lembaga bimbingan belajar, memanggil guru privat, melengkapi sarana belajar dan meminta jam belajar tambahan di sekolah. Namun tidak sedikit orangtua mengambil jalan pintas, diterima di sekolah yang diinginkan melalui jalur illegal, masuk melalui jalur yang tidak ada dalam ketentuan yang sudah ditetapkan. Jalur yang dikenal sebagai bina lingkungan illegal. Disadari atau tidak oleh orangtua, oknum pejabat, guru dan kepala sekolah yang terlibat memasukkan calon siswa melalui jalur bina lingkungan ilegal pada hakikatnya mereka sedang melakukan investasi yang buruk pada masa depan anak, yang tidak mustahil malah menghancurkan anak itu sendiri kelak. Praktik bina lingkungan ilegal bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh sekolah, yang menjadi tujuan pendidikan. Pada saat...