<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923</id><updated>2011-12-27T22:25:26.561-08:00</updated><category term='Pendidikan'/><title type='text'>Guru Gelisah</title><subtitle type='html'>Artikel, Opini, dan Pemikiran tentang Pendidikan, Teknologi Informasi, Sosial dan Budaya milik Entis Sutisna</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-6833506134670204895</id><published>2009-05-18T02:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T02:10:18.731-07:00</updated><title type='text'>Anak Hanyalah Beban</title><content type='html'>Tulisan ini sebagian saya sarikan dari pengantar majalah Basis edisi Juli-Agustus 2006 yang ditulis Budayawan Sindhunata, yang merupakan kupasan terhadap buku dengan judul Keine Zeit (Tidak Ada Waktu) karangan Sosiolog perempuan Amerika Arlie Hochschild (2002).&lt;br /&gt; Arlie Hochschild membuat penelitian tentang bagaimana orang-orang bertukar peran secara permanen, dari karyawan atau pekerja menjadi ibu atau bapak dalam keluarga. Penelitiannya dilakukan dari tahun 1990 sampai 1993. Hochschild memeriksa pula apakah orang-orang itu sungguh-sungguh berhasil membuat harmoni antara mencari uang dan hidup dengan anak-anaknya.&lt;br /&gt; Menurut penelitian Hochschild, apa yang terjadi di rumah adalah hidup harian yang seperti suatu “mimpi buruk”. Semuanya menjadi serba tergesa-gesa. Pagi-pagi bangun, para ibu menyiapkan sarapan. Mereka demikian terburu-buru, dan memberi kesan, ingin secepat mungkin pergi meninggalkan keluarganya. Makan pagi yang seharusnya menyenangkan menjadi hal yang kalau bisa secepatnya dihindari. Malam mereka pulang. Di sini hidup keluarga di rumah bukan lagi menjadi oase kedamaian yang membahagiakan, tapi tugas yang mau tak mau wajib dijalankan. Di rumah ini anak dan suami atau istri menjadi ”menjengkelkan”. Tak ada keintiman yang dapat dirasakan. Justru di rumah mereka merasakan rekan kerja di kantor atau tempat kerja adalah sahabat-sahabat yang bisa memberi keintiman dan kehangatan.&lt;br /&gt; Ibu-ibu itu dan tentu saja juga bapak-bapak, tetap berilusi, bahwa akan datang saatnya, mereka mempunyai banyak waktu, dimana mereka dapat memberikan diri sepenuhnya pada keluarga. Tapi ternyata, waktu itu juga tak pernah tiba. Dari hari ke hari mereka hidup dan berharap demikian. Tapi harapan mereka tak pernah kesampaian. Keluarga ideal hanyalah impian, dan mereka menghidupi impian itu seakan-akan itu adalah suatu kenyataan. Impian mereka adalah hidup harmoni keluarga. Sedangkan kenyataan sesungguhnya adalah rumah hanyalah menjadi firma, dan keluarga adalah beban yang tak disukai, atau kewajiban yang memberatkan, sedangkan pekerjaan adalah segala-galanya.&lt;br /&gt; Inti dari penelitian Hochschild adalah tuntutan mekanisme hidup modern ini sesungguhnya mengandung ”ketidaksukaan bahkan kebencian terhadap anak-anak”. Mekanisme hidup modern diam-diam menyimpan pendirian, bahwa ”anak-anak itu hanya merepotkan”. Walaupun terus digembar-gemborkan mengenai ”sayang anak”, hidup modern ini sebenarnya ”menelantarkan anak”.&lt;br /&gt; Penelitian Hochschild memang dilakukan di negara maju, namun di negara berkembang  kesimpulan penelitian tersebut juga relevan, bahkan keadaannya lebih parah lagi. Kemiskinan dan kekurangan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, menuntut ayah-ibu harus lebih memacu diri untuk kerja. Transfortasi di negara-negara berkembang jauh dari ideal, akibatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulang balik dari rumah ke tempat kerja. Semua itu mengakibatkan lebih terlantarnya anak-anak di rumah.&lt;br /&gt; Fenomena di atas mempertegas kekhawatiran banyak kalangan tentang menipisnya tanggungjawab orangtua dalam pendidikan anak-anaknya. Fakta di Indonesia beban pendidikan begitu saja dialihkan kepada sekolah. Sekolah bertanggungjawab pendidikan anak-anak dan orangtua tinggal berleha-leha. Banyak orangtua tidak perduli dengan anaknya di sekolah, terserah anaknya mau dijadikan apa. Orangtua tidak mau repot-repot dengan pembinaan dan pendidikan anaknya tinggal serahkan saja pada sekolah. Lelucon di kalanagn pendidik bahwa: sekolah itu hanyalah tukang jahit, tempat orangtua menjahitkan anaknya. Ada yang menyerahkan model atau potongan sepenuhnya pada sekolah, ada pula yang memesan model atau potongan yang disukai dan sekolah terpaksa menurutinya. Kalau kemudian model tidak sesuai dengan yang diinginkannya, tinggal marah-marah.&lt;br /&gt; Fakta ini merupakan suatu mentalitas yang mengkhawatirkan. Orangtua tidak mau repot-repot dengan pembinaan dan pendidikan anaknya, padahal para ahli pendidikan berpendapat bahwa pendidikan harus dimulai di rumah. Sekolah bukan pengganti  pendidikan di rumah, tapi pelengkap akan apa yang tidak bisa diberikan di rumah. Pakar psikologi pendidikan Katharian Salfrank menyebutkan, tiga pilar pendidikan adalah cinta, pelaksanaan hidup harian dan aturan-aturan. Cinta adalah dasar pendidikan, tapi cinta baru terwujud dalam hidup harian. Untuk itu membutuhkan aturan-aturan. Denga ketiga hal itu, anak dilatih untuk bebas disatu pihak dan bertanggungjawab dilain pihak.Tempat yang tepat untuk melaksanakan ketiga pilar itu adalah rumah bukan sekolah. Oleh karena itu tanggungjawab orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya adalah mutlak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-6833506134670204895?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/6833506134670204895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=6833506134670204895' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/6833506134670204895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/6833506134670204895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2009/05/anak-hanyalah-beban.html' title='Anak Hanyalah Beban'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-4732092832005999680</id><published>2009-05-18T02:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T02:08:57.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>UN dan Pelajaran Korupsi di Sekolah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAqil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;        Wakil Presiden Yusuf Kalla saat menjadi Menko Kesra pernah melemparkan pernyataan bahwa korupsi terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh kalangan pendidik. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Pernyataan itu di lemparkan di hadapan para peserta Rakernas Perguruan Tinggi se Indonesia di Yogyakarta pada Kamis, 27 Maret 2003. Korupsi dunia pendidikan itu berbentuk pengatrolan nilai dari oknum pendidik, untuk meluluskan peserta didiknya. Yusuf Kalla mengatakan, selama ini kalangan pendidik akan sangat bangga jika anak didiknya dapat lulus 100%. ”Akibatnya sangat buruk, anak-anak menjadi merasa bahwa belajar itu tidak perlu.” Dia menjelaskan, sekarang ini kalangan pejabat, termasuk mereka yang duduk di dunia pendidikan, harus bisa tegas tidak meluluskan anak yang tidak pantas untuk naik kelas atau tidak pantas lulus karena nilainya memang kurang mencukupi. ”Bahkan perlu kita menertawakan sekolah-sekolah yang masih bangga dengan keberhasilannya meluluskan 100% anak didiknya.” Pengatrolan nilai demi angka kelulusan semacam ini harus segera dihilangkan. Sebab menurut Kalla, hal ini akan berakibat fatal, yaitu pembodohan dan menimbulkan kemalasan peserta didik. Pernyataan tersebut diulang kembali oleh Kalla dalam seminar yang dilaksanakan oleh PB PGRI pada Nopember 2008. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah menjadi Wapres Yusuf Kalla berhasil mewujudkan impiannya melalui peraturan pemerintah yang menjadikan Ujian Nasional sebagai salah satu yang menentukan kelulusan peserta didik. Melalui ketentuan nilai minimum UN untuk kelulusan dan berbagai aturan lain memaksa sekolah untuk tidak melakukan pengatrolan nilai dan kelulusan 100%. Namun keberhasilan beliau memaksa sekolah menghentikan pengatrolan nilai peserta didiknya tidak sepenuhnya bisa menghilangkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional, bahkan kecurangan dilakukan secara sistimatis mulai dari panitia tingkat sekolah sampai tingkat provinsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Divisi Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, mengungkapkan berbagai modus operandi kecurangan dalam pelaksanaan UN (kompas, 18 April 2009). Menurut hasil pengamatan ICW modus operandi yang dilakukan berupa: membocorkan soal, memberikan kunci jawaban pada siswa melalui SMS atau dalam kertas yang disimpan di tempat tertentu, seperti WC; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengganti jawaban siswa atau meminta siswa untuk mengosongkan jawaban yang sulit dan tim sukses yang dibentuk sekolah mengisinya sampai mark up nilai oleh panitia tingkat provinsi. Bentuk lain adalah kerjasama panitia dengan pengawas, panitia meminta pengawasan dilonggarkan dan siswa dibiarkan saling mencontek (Kompas, 16 April 2007). Beberapa kecurangan dalam UN yang terungkap ke media memperkuat sinyalemen ICW tersebut, seperti kecurangan yang diungkap Komunitas Airmata Guru di Medan, penangkapan guru yang sedang mengganti jawaban siswa oleh Densus 88 di Sumatera Utara, pengakuan siswa SMP di Garut dan beberapa peristiwa lainnya yang terungkap di media masa atau yang beredar di kalangan guru dan masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Terjadinya tindak kecurangan dalam pelaksanaan UN dikarenakan para pelaku berorientasi pada tujuan jangka pendek dengan mengabaikan tujuan mulia pendidikan. Tindakan kecurangan sebagian dilakukan karena ingin meningkatkan gengsi sekolah atau daerah. Ada juga yang dilakukan dengan alasan kemanusiaan, yaitu untuk membantu siswa mendapatkan ijazah. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alasan ini biasanya terjadi pada sekolah-sekolah yang tingkat ekonomi siswanya kalangan bawah. Mereka berkata bahwa siswa sekolahnya tidak mungkin melanjutkan ke pendidikan tinggi, mereka hanya sekedar membantu agar mendapat ijazah yang bisa digunakan untuk mencari kerja. Alasan lain adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pusat yang tidak adil dalam kelulusan. Siswa yang belajar selama 3 tahun hanya ditentukan kelulusannya dalam beberapa hari oleh beberapa mata pelajaran, sementara sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang dimiliki sekolah tidak sama di setiap daerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalau dilihat dari alasan terjadinya kecurangan dalam UN sebenarnya baik dan mulia. Bukankah meningkatkan gengsi sekolah atau pendidikan daerah merupakan kewajiban seluruh unsur sekolah atau pejabat bidang pendidikan, dan membantu siswa untuk mempunyai ijazah agar bisa bekerja merupakan tujuan mulia?. Terjadi ketidak adilan dalam UN adalah fakta. Proses belajar selama 3 tahun hanya ditentukan nasibnya dalam tiga hari dan beberapa mata pelajaran adalah suatu tindakan tidak adil. Memang pemerintah mengatakan bahwa semua mata pelajaran menentukan kelulusan, namun fakta yang ada hanya mata pelajaran yang di UN-kan saja yang dijadikan patokan untuk menentukan kelulusan. Ketidak adilan dirasakan ketika seorang siswa yang prestasi belajar sehari-harinya bagus, namun karena suatu kondisi pada saat UN, seperti gangguan fisik atau psikologis membuat dia tidak lulus. Begitu pula dengan ketidak merataan sarana pendidikan di setiap sekolah. Alasan yang dikemukakan oleh guru-guru yang ditangkap Densus 88 di Sumatera Utara bahwa sekolah mereka tidak memiliki sarana utnuk belajar bahasa inggris dan akses untuk belajar bahasa inggris, seperti kursus bahasa inggris tidak tersedia, sehingga siswa mereka tidak mampu mengikuti tes bahasa inggris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun tujuan yang baik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika pencapaian tujuan itu dilakukan dengan cara yang salah, bertentangan dengan tujuan pendidikan, bahkan merusak tujuan pendidikan, maka sesungguhnya yang dilakukan merupakan penghancuran makna hakiki pendidikan bahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merusak sendi-sendi kehidupan. Fungsi ideal pendidikan adalah sebagai benteng kebenaran, tempat mengajarkan kebenaran dan melahirkan orang-orang yang menjungjung tinggi kebenaran dirusak oleh tujuan sesaat, oleh suatu tindakan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Bahkan lebih dari itu, disadari atau tidak, bahwa tindakan kecurangan dalam UN dengan melibatkan siswa seperti memberi bocoran soal, memberi kunci jawaban, meminta siswa untuk mengosongkan LJK dan kemudian diisi atau mengganti jawaban siswa adalah sebuah pelajaran pada siswa untuk berperilaku korup, sebuah pelajaran korupsi di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Definisi dari korupsi menurut Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) adalah perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Pengertian lain menurut MTI adalah perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan. Dalam tindakan korupsi terdapat unsur-unsur kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara, penyalahgunakan wewenang dan kekayaan. Semua tindakan yang mengandung unsur-unsur tersebut bertujuan untuk mendapat keuntungan pribadi atau golongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tindakan kecurangan pada pelaksanaan UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru dengan melibatkan siswa, disadari atau tidak, merupakan suatu tindakan yang mengajarkan pada siswa unsur-unsur perilaku korup. Tindakan membocorkan soal, memberikan kunci jawaban kepada siswa, mengganti jawaban siswa atau mengisi lembar jawaban siswa yang dilakukan oleh oknum guru atau sekolah merupakan suatu pembelajaran perilaku korup pada siswa. Tanpa disadari oleh sekolah atau guru mereka telah mengajarkan pada siswa peserta UN untuk melakukan kebohongan, ketidak jujuran, kecurangan, menghalalkan segala cara dan menyalah gunakan kekuasaan/wewenang. Jika tindakan itu melibatkan unsur uang, maka mereka telah mengajarkan pada siswa perilaku suap dan kolusi. Ini merupakan suatu investasi jangka pamjang yang buruk untuk bangsa ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Korupsi merupakan masalah akut yang sudah sangat mengakar di negeri ini. Pengumuman hasil survei perusahaan konsultan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang bermarkas di Hongkong pada tanggal 8 April 2009 yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia (Kompas, 10 April 2009), menunjukan betapa parahnya korupsi di negeri ini dan sangat sulit diberantas. Kondisi ini ditambah dengan perilaku sebagian sekolah dan oknum guru yang tanpa disadari telah mengajarkan korupsi kepada siswa melalui kecurangan pada UN atau pada proses penerimaan siswa baru untuk sekolah negeri, membuat masa depan pemberantasan korupsi semakin mengkhawatirkan dan negeri ini semakin mengenaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain sebagai pelajaran korupsi bagi siswa, kecurangan dalam UN yang dilakukan oleh sekolah atau oknum guru juga memberikan dampak negatif bagi pendidikan, khususnya sekolah. Sama dengan efek negatif pengatrolan nilai yang diungkapkan Yusuf Kalla di atas, kecurangan dalam UN yang dilakukan sekolah membuat siswa di bawahnya malas belajar. Disamping itu tatanan yang dibangun sekolah, seperti kejujuran, disiplin, dan kerja keras menjadi rusak. Kredibilitas sekolahpun dimata siswa dan masyarakat menjadi rusak, karena siswa yang diuntungkan oleh kecurangan itu tetap akan bicara tentang kecurangan di sekolahnya tersebut pada orangtua, saudara atau temen-temannya, sehingga kecurangan itupun paa akhrinya diketahui juga oleh masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-4732092832005999680?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/4732092832005999680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=4732092832005999680' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4732092832005999680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4732092832005999680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2009/05/un-dan-pelajaran-korupsi-di-sekolah.html' title='UN dan Pelajaran Korupsi di Sekolah'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-7172788242503659065</id><published>2009-01-19T21:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T21:38:14.073-08:00</updated><title type='text'>Workshop Lesson Study MGMP Matematika SMA Kota Tangerang :</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memperbaiki Proses Pembelajaran Matematika Secara Kolaborasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk meningkatkan kualitas guru atau kualitas proses pendidikan pada umumnya, telah banyak dilakukan pemerintah melalui berbagai kegiatan penataran baik yang bersifat regional maupun nasional. Akan tetapi, hasil-hasil penataran tersebut seringkali tidak bisa secara langsung diterapkan di lapangan karena berbagai alasan antara lain tidak tersedianya infrastruktur pendukung yang memungkinkan hasil penataran tersebut bisa diimplementasikan. Selain itu, proses diseminasi atau penyebarluasan hasil penataran kepada fihak lain seringkali hanya terbatas pada orang-orang terdekat saja bahkan mungkin tidak dilakukan samasekali. Akhirnya ketika guru kembali ke sekolah seperti lirik sebuah lagu lawas yang dinyanyikan oleh Dian Piesesha ”Aku masih seperti yang dulu”. Hal tersebut tentu saja sangat tidak menguntungkan mengingat biaya yang telah dikeluarkan pemerintah bukan jumlah yang sedikit. Dengan demikian, harus ada upaya untuk mengembangkan alternatif pelatihan guru yang dapat memperkuat pola-pola penataran yang ada sehingga proses peningkatan keprofesionalan guru dapat dilakukan secara lebih efektif. &lt;br /&gt;Lesson Study merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan keprofesionalan guru yang akan berdampak pada peningkatan kualitas proses dan keberhasilan belajar. Lesson Study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (merefleksi) secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement).&lt;br /&gt;Lesson Study merupakan suatu strategi peningkatan mutu guru di Jepang dan saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya telah lama mengadopsi strategi ini untuk meningkatkan mutu gurunya. Sementara di Indonesia kegiatan Lesson Study baru diperkenalkan pada tahun 2005 melalui kerja sama JICA Jepang dengan tiga LPTK, yaitu UPI Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Malang (UNM). Saat ini kegiatan Lesson Study sedang dikembangkan di Kabupaten Sumedang dan Karawang Jabar melalui kerjasama Pemda masing-masing dengan UPI Bandung.&lt;br /&gt;Sejalan dengan program kerja MGMP Matematika SMA Kota Tangerang tahun pelajaran 2008/2009, yaitu memperbaiki proses pembelajaran matematika, pada tanggal 26 Nopember, 3 dan 4 Desember 2008, MGMP Matematika SMA Kota Tangerang menyelenggarakan Workshop Lesson Study. Kegiatan yang diikuti oleh 28 orang guru yang berasal dari 14 SMA negeri dan swasta di kota Tangerang, dilaksanakan di SMA Negeri 4 Tangerang dengan nara sumber Dra. Encum Sumiati, M.Si., anggota tim pengembang Lesson Study UPI Bandung.&lt;br /&gt;Menurut ketua MGMP Matematika SMA Kota Tangerang, Entis Sutisna, S.Pd. kegiatan workshop Lesson Study merupakan rangkaian kegiatan MGMP Matematika SMA Kota Tangerang dengan fokus perbaikan proses pembelajaran matematika. Sebelumnya, pada bulan Agustus, MGMP Matematika SMA Kota Tangerang menyelenggarakan workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Harapanya kegiatan-kegiatan tersebut akan mendorong guru untuk memperbaiki pembelajaran matematika sehingga pelajaran matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan dan sulit di mata siswa.&lt;br /&gt;Kegiatan Lesson Study MGMP Matematika SMA Kota Tangerang diawali dengan workshop yang membahas teknis pelaksanaan Lesson Study dan dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan (Plan). Pada tahap perencanaan dilakukan diskusi yang meliputi kegiatan identifikasi masalah pembelajaran; analisis masalah pembelajaran tersebut dari sisi materi ajar, teaching material, serta alternatif strategi pembelajaran yang mungkin diterapkan; dan penyusunan rencana pembelajaran. Pada tahap ini guru-guru berkolaborasi melakukan analisis terhadap pembelajaran yang biasa dilakukan untuk topik tertentu, mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan cara mengatasi kelemahan atau masalah yang ada, memilih alternatif terbaik yang akan diujicobakan, menyiapkan bahan ajar dan teaching material, serta menyusun alternatif strategi pembelajaran untuk topik yang dipilih. Karena fokus diskusi meliputi materi ajar, teaching material, dan strategi pembelajarannya, maka pada kegiatan tersebut setiap guru atau fihak lain yang terlibat dalam diskusi dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan serta pengalamannya masing-masing. Dengan demikian, sharing pengalaman dan pengetahuan akan terjadi secara konstruktif sehingga wawasan masing-masing fihak menjadi semakin berkembang. Pada tahap ini terpilih 3 orang guru untuk menjadi guru model pada kegiatan Open Lesson yang akan dilaksanakan pada minggu ke-4 Januari, minggu ke-2 dan ke-4 Februari 2009. Guru-guru yang menjadi guru model adalah : Dra Eli Nurhaelawati dari SMAN 2 Tangerang, Dra. Irma Suryani dari SMAN 8 Tangerang dan Sulastindani, S.Pd. dari SMAN 5 Tangerang.&lt;br /&gt;Pada tahap pelaksanaan (Do) kegiatan dilaksanakan di dalam kelas di sekolah yang menjadi guru model. Peserta lain hadir di dalam kelas sebagai observer. Yang diamati oleh observer adalah interaksi siswa dengan guru dan siswa dengan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan tersebut setiap observer dapat melakukan pengamatan secara mendalam tentang respons serta prilaku belajar siswa terhadap rencana pembelajaran yang sudah dipersiapkan secara bersama-sama. Latar belakang pengetahuan observer yang beragam tentu saja akan menyebabkan bervariasinya hasil pengamatan yang diperoleh. &lt;br /&gt;Beragamnya hasil pengamatan dan temuan  masing-masing observer menjadi sangat menarik pada saat dilakukan refleksi pasca pembelajaran (See). Temuan hasil observasi yang beragam tersebut, memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan secara lebih produktif sehingga masing-masing fihak pada akhirnya akan mampu memperoleh pengetahuan tentang pembelajaran yang terjadi secara lebih komprehensif.&lt;br /&gt;Kegiatan lesson study dapat mendatangkan banyak manfaat yaitu meliputi meningkatnya pengetahuan guru tentang materi ajar dan pembelajarannya, meningkatnya pengetahuan guru tentang cara mengobservasi aktivitas belajar siswa, menguatnya hubungan kolegalitas baik antar guru maupun dengan observer selain guru, menguatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan pembelajaran jangka panjang, meningkatnya motivasi guru untuk senantiasa berkembang, dan meningkatnya kualitas rencana pembelajaran (termasuk komponen-komponennya seperti bahan ajar, teaching materials (hands on), dan strategi pembelajaran).&lt;br /&gt;Pada tahap pelaksanaan (Open Lesson) yang hadir diharapkan tidak hanya dari guru peserta, tetapi juga dari unsur pengawas, Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah serta guru-guru yang bukan peserta workshop.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-7172788242503659065?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/7172788242503659065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=7172788242503659065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/7172788242503659065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/7172788242503659065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2009/01/workshop-lesson-study-mgmp-matematika.html' title='Workshop Lesson Study MGMP Matematika SMA Kota Tangerang :'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-4650290967352787714</id><published>2008-12-03T21:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T22:48:16.825-08:00</updated><title type='text'>Workshop Lesson Study</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdr-F7Z97I/AAAAAAAAAEM/_yN3d6HjemU/s1600-h/PICT0081.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdr-F7Z97I/AAAAAAAAAEM/_yN3d6HjemU/s320/PICT0081.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275804202975229874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahap Perencanaan.&lt;br /&gt;Kelompok Cuntawan cs membahas persiapan Open Lesson&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-4650290967352787714?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/4650290967352787714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=4650290967352787714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4650290967352787714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4650290967352787714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/12/workshop-lesson-study.html' title='Workshop Lesson Study'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdr-F7Z97I/AAAAAAAAAEM/_yN3d6HjemU/s72-c/PICT0081.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-2549976424087600240</id><published>2008-12-03T21:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T21:30:20.787-08:00</updated><title type='text'>Workshop Lesson Study MGMP Matematika Kota Tangerang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdm9B05waI/AAAAAAAAAEE/spOOCuC1q5Q/s1600-h/PICT0066.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdm9B05waI/AAAAAAAAAEE/spOOCuC1q5Q/s320/PICT0066.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275798687136203170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki pembelajaran, khususnya pembelajaran Matematika, MGMP Matematika kota Tangerang menyelenggarakan Workshop Lesson Studi pada tanggal 26 Nopember, 3-4 Desember 2008. Berikut ini beberapa fotonya :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-2549976424087600240?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/2549976424087600240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=2549976424087600240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/2549976424087600240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/2549976424087600240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/12/workshop-lesson-study-mgmp-matematika.html' title='Workshop Lesson Study MGMP Matematika Kota Tangerang'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdm9B05waI/AAAAAAAAAEE/spOOCuC1q5Q/s72-c/PICT0066.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-788696205906254348</id><published>2008-12-03T20:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T20:59:51.895-08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Komputer sebagai media pembelajaran  MGMP Matematika Kota Tangerang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdeLfw7fEI/AAAAAAAAAD8/gi-3djrcun4/s1600-h/IMG_0553.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdeLfw7fEI/AAAAAAAAAD8/gi-3djrcun4/s320/IMG_0553.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275789040086121538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini foto guru-guru Matematika SMA Kota Tangerang saat WPelatihan Komputer sebagai media pembelajaran bulan Agustus 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-788696205906254348?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/788696205906254348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=788696205906254348' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/788696205906254348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/788696205906254348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/12/workshop-ptk-mgmp-matematika-kota.html' title='Pelatihan Komputer sebagai media pembelajaran  MGMP Matematika Kota Tangerang'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Aaqk8deleKw/STdeLfw7fEI/AAAAAAAAAD8/gi-3djrcun4/s72-c/IMG_0553.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-8848718185830755737</id><published>2008-06-08T19:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T19:51:54.052-07:00</updated><title type='text'>Kabar Gembira dari Kawan</title><content type='html'>Kabar menggembirakan datang dari Eli Setia Permana dan Ishak Hatorangan Hutagalung.&lt;br /&gt;Eli SMS tanggal 5 Juni yang lalu, dia mengabarkan lulus tes calon kepala sekolah tinggal tunggu pelantikan. Selamat.&lt;br /&gt;Ishak Hator mengejutkan saya. Dia jadi Juara I guru berprestasi tingkat Kabupaten Tangerang. Ini mengejutkan. Dia minus 3 (istilah temen-teman yang alergi dengan primordialisme), ya, karena dia bukan Tangerang asli, dari Batak dan Kristen. Tapi dia bisa juara. Selamat. Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang mampu berbuat objektif tanpa melihat ras, suku dan agama. Bravo Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-8848718185830755737?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/8848718185830755737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=8848718185830755737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/8848718185830755737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/8848718185830755737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/06/kabar-gembira-dari-kawan.html' title='Kabar Gembira dari Kawan'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-4253893558846469378</id><published>2008-03-12T23:11:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T23:13:02.666-07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Berbasis TI : Mimpi Sekarang atau Realitas Masa Depan</title><content type='html'>Perkembangan teknologi jaringan dan internet memberikan harapan dan alternatif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Aplikasi e-Learning (e-Education), e-Library dan e-Journal merupakan fitur-fitur internet yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif model pembelajaran dan sumber belajar. Permasalahan tidak meratanya kualitas pendidikan akibat letak geografis yang tersebar luas dan terdiri dari pulau-pulau yang berjauhan sehingga akses terhadap fasilitas pendidikan tergantung jarak, dapat diatasi dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh berbasiskan internet. Proses pembelajaran dapat dilakukan secara online dan dapat diakses kapan saja. Begitu pula dengan terbatasnya bahan ajar sebagai akibat mahalnya buku-buku sumber dapat diatasi dengan e-Library dan e-Journal.&lt;br /&gt; e-Learning merupakan model pembelajaran berbasis internet yang paling popular. Pembelajaran e-Learning dengan memanfaatkan internet dapat dilakukan dengan cara Synchronous System dan Asynchrounous System. Cara Synchonous System pembelajaran dilakukan secara langsung dalam waktu yang bersamaan. Contoh pembelajaran model ini : Chatting, News Group dan Video-Teleconference, dsb.  Sementara pembelajaran dengan Asynchronous System tidak tergantung pada waktu, namun pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan waktunya masing-masing, seperti :e-maill, BBS dan lain-lain. Cara lain adalah dengan sistem CSCL (Computer Supported Collaborative Learning) seperti yang telah dilakukan oleh Deni Suwarja, seorang guru IPA dari SMPN 1 Cibatu Garut yang telah berkolaborasi dengan guru dari Fhilipina dan melibatkan siswa dari kedua negara dalam pembelajaran Biologi.&lt;br /&gt; Dengan adanya sistem e-learning pembelajaran tidak hanya terjadi dalam ruangan kelas saja dengan guru sebagai pusat, namun dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta tidak terbatas dengan siswa-siswa satu sekolah saja. Para siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran, dapat mengakses sumber belajar kapan saja dan dapat berkomunikasi dengan sesamanya kapan dan di mana saja. Hasil proses pembelajaran dapat disimpan dalam database yang dapat dimanfaatkan untuk mengulang kembali pelajaran  sebagai bahan rujukan dan evaluasi proses pembelajaran. Sistem ini memberikan keringanan pada guru karena sebagian tugas guru telah beralih pada sistem komputer.&lt;br /&gt; Meski model e-Learning ini memiliki daya pikat yang sangat besar serta menjanjikan hasil yang lebih baik, namun untuk melaksanakannya masih ada hambatan dan keterbatasan yang harus diatasi, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Keterbatasan Sistem jaringan. Sistem e-Learning seperti yang didefinisikan penulis artikel ini sebagai pembelajaran jarak jauh membutuhkan jaringan internet. Sampai saat ini jaringan yang ada masih sangat terbatas dan biaya relatif mahal. Oleh karena itu, pengaksesan e-Learing dengan internet belum dapat dilakukan secara masal di Indonesia. Memang harga pendidikan dapat ditekan, namun biaya untuk menyediakan teknologi pengaksesnya bertambah.&lt;br /&gt;2. Belum terbentuknya high trust society. Perubahan budaya dari pola belajar konvensional yang menunjukan siswa mengikuti proses pembelajaran secara fisik menjadi hanya melihat layar monitor tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi etika pendidikan berbasis internet belum terumuskan dan tersosialisasi dengan baik. &lt;br /&gt;3. Masih sangat sedikit SDM yang menguasai dan memahami konsep dan implementasi teknologi informasi dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. etika dan Moralitas masih belum mendapat tempat yang tepat, sehingga sistem e-Learning melalui internet dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran etika dan moralitas, seperti menjajakan situs-situs porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Software pendukung yang familiar di masyarakat adalah software-software yang berlisensi, yang harganya relatif mahal. Software yang disarankan penulis dengan menggunakan software open source masih asing pemakaiannya di masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak ketebatasan dan hambatan lain untuk melaksanakan e-Learning, namun tidak berarti tidak bisa dilakukan. Salah satu model e-Learning yang dapat dipakai sebagai alternatif pembelajaran adalah model Virtual Classroom (Ruang kelas maya). Pada model ini tidak dibutuhkan akses internet, karena sistem dikemas dalam bentuk CD sehingga dapat dibawa dengan mudah. Model ini  didesain seperti sistem pendidikan konvensional, hanya media yang digunakannya menggunakan media digital, yaitu komputer namun fungsinya sama dengan fasilitas kelas konvensional. Hanya saat ini model ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan pembanding :&lt;br /&gt;1. e-Education, karangan Budi Sutedjo, Penerbit Andi Ofset, Yogyakarta, 2002.&lt;br /&gt;2. e-Learning fisika, karangan afrizal Mayub, Penertbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005&lt;br /&gt;3. Teknologo e-Learning, karangan Onno W. Purbo dan Antonius Aditya H., Penebit Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-4253893558846469378?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/4253893558846469378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=4253893558846469378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4253893558846469378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/4253893558846469378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/03/pembelajaran-berbasis-ti-mimpi-sekarang.html' title='Pembelajaran Berbasis TI : Mimpi Sekarang atau Realitas Masa Depan'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-3514568199398661701</id><published>2008-01-30T10:34:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T10:35:59.372-08:00</updated><title type='text'>Pemanfaatan TI untuk Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Globalisasi sebagai dampak dari revolusi teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang paling cepat dirasakan adalah perubahan ekonomi dan pengetahuan. Perubahan dalam bidang ekonomi, globalisasi telah melahirkan tatanan ekonomi baru, ekonomi abad 21, ekonomi global. AFTA 2003, AFLA 2004, APEC 2010, NAFTA dan WTO merupakan kerjasama regional bidang ekonomi sebagai bentuk nyata dari ekonomi global. Menurut pakar manajemen Peter F. Drucker, yang dikutif H.A.R Tilaar, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;perubahan pengetahuan akibat globalisasi telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melahirkan Knowledge Society. Dalam masyarakat tersebut peran ilmu pengetahuan sangat menonjol, bukan hanya menjadi salah satu sumber ekonomi bersama-sama dengan tenaga kerja, modal dan tanah, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tetapi telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi (H.A.R. Tilaar:2000). Perubahan ekonomi dan pengetahuan sebagai akibat globalisasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;telah melahirkan sistim ekonomi baru, yaitu Ekonomi Berbasis Ilmu Pengetahuan (&lt;i style=""&gt;Knowledge Based Economy&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Ekonomi berbasis ilmu pengetahuan menuntut perubahan dari para pelaku ekonomi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lapangan pekerjaan terbesar pada era ekonomi baru ini diberikan kepada tenaga kerja dengan kualitas tertentu, meminjam istilah Peter F. Drucker disebut &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Employee&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan tinggi juga memerlukan pengetahuan formal yang tinggi dan terutama sekali kemampuan tinggi untuk belajar dan memperoleh pengetahuan tambahan (Jalaluddin Rakhmat : 1997). Secara terperinci seorang &lt;i style=""&gt;Employee&lt;/i&gt; memiliki ciri-ciri berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;memiliki keterampilan tinggi ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;kreativitas tinggi ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;pengetahuan formal tinggi ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;memiliki kemampuan belajar terus-menerus ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;menguasai bahasa digital (teknologi informasi) ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;mampu berkomunikasi secara transnasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Perubahan tatanan ekonomi dunia di ASEAN disikapi dengan perjanjian kerjasama regional AFTA (ASEAN Free Trade Area) untuk bidang perdagangan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berlaku tahun 2003 dan AFLA (ASEAN Free Labour Area) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk bidang tenaga kerja mulai tahun 2004. Dengan kerjasama ini arus perdagangan dan tenaga kerja di ASEAN tidak lagi dibatasi untuk negara-negara anggota. Ini berarti peluang kerja dan pasar semakin luas namun persaingan akan semakin ketat. Pasar yang terbuka memungkinkan volume eksport dan arus investasi kapital meningkat. Begitu pula dengan lapangan kerja tidak lagi dibatasi wilayah negara sehingga kesempatan untuk mendapat pekerjaan lebih besar. Namun kondisi sebaliknya akan terjadi jika tidak memiliki keunggulan komperatif, baik dalam produksi maupun sumberdaya manusia. Kekalahan dalam kualitas produksi dan sumber daya manusia akan mengakibatkan kebangkrutan serta ledakan pengangguran dalam negeri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Oleh karena itu untuk dapat bersaing dalam AFTA dan AFLA dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber daya manusia berkualitas hanya dapat dibentuk melalui pendidikan dan pelatihan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Kondisi ini disadari betul oleh negara tetangga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan membenahi pendidikan di negara mereka. Singapura sudah lama mengembangkan SDM-nya untuk menjadi &lt;i style=""&gt;Knowledge Employee&lt;/i&gt;. Tahun 1997, Singapura dalam rencana induk pendidikannya menganggarkan $1,5 milliar untuk menerapkan Teknologi Informasi pada sistem persekolahannya, bidang yang sangat dibutuhkan untuk membentuk &lt;i style=""&gt;Knowledge Employee&lt;/i&gt;. Tahun 2002, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di sekolah-sekolah Singapura terdapat satu komputer yang tersambung denganinternet untuk dua anak (Dryden &amp;amp; Voss:1999). Pendidikan Malasyia mempunyai Wawasan 2000. Filipina dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; telah menata pendidikannya dan mereka memiliki tradisi yang kuat di pasar kerja internasional (Jalaluddin Rakhmat : 1997).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sementara negara-negara tetangga sudah berkemas untuk memasuki “&lt;i style=""&gt;masyarakat employee&lt;/i&gt;”, pendidikan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih berkutat dengan permasalahan rendahnya mutu pendidikan dalam komparasi internasional. Data yang dikeluarkan United Nations Development Programme (UNDP) yang berjudul “Human Development Report”, kualitas sumber daya manusia kita yang ditunjukan dengan Human Development Index (HDI) sangat memprihatinkan dan terus melorot.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Tahun 1996 dari 174 negara posisi Indonesia pada urutan 102, pada tahun 1999 menjadi 105 dan pada tahun 2000 diurutan 109. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hasil kajian dari IAEA (International Associations for The Evaluation of Educational Achieavement) di kawasan Asia Timur Bank Dunia melaporkan rendahnya kualitas pendidikan kita, seperti yang dikutip dalam laporan terakhir Naskah Akademik Undang-undang Pendidikan Nasional, oleh Komite Reformasi Pendidikan, yaitu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam keterampilan membaca, murid kelas 4 SD menempati tempat paling rendah dengan skor tes 51,7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hasil studi The Third International Mathematics and Science Study, pada tahun 1999, memaparkan bahwa dari 38 negara peserta, prestasi siswa kelas 2 SMP Indonesia dalam pelajran IPA berada dirutan ke-32, dan urutan ke- 34 untuk pelajaran Matematika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Asia Week pada edisi 3 April 1999 pada halaman 60-65 melaporkan hasil survey ranking perguruan tinggi di kawasan Asia Indonesia hanya menempatkan ITB pada urutan 15. Demikian juga dengan daya saing kita, seperti yang dilaporkan The Word Economic Forum, daya saing kita dari tahun ketahun terus menurun. Tahun 1994, kiota menduduki ranking ke-31 dari 41 negara. Tahun 1995 turun menjadi ururtan 33 dari 48 negara. Tahun 1996 turun lagi menjadi ururtan 41 dari 46 negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Melihat kondisi nyata kualitas pendidikan kita saat ini sulit rasanya untuk bersaing dalam percaturan ekonomi global. Tenaga kerja kita akan terlindas oleh tenaga kerja negara-negara lain yang saat ini lebih baik kondisinya. Apa yang terjadi di negara-negara Timur Tengah saat ini, dimana pekerja-pekerja kita menempati posisi-posisi pembantu, sopir, kuli bangunan, sementara untuk front office, kasir, perawat, komputer diisi pekerja-pekerja India, Filipina, Singapura, Thailand. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Tidak mustahil dimasa yang akan datang kondisi ini akan terjadi di negara kita sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Untuk bersaing dalam ekonomi berbasis ilmu pengetahuan seorang atau masyarakat harus memiliki ‘modal intelektual’, menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan sarana utama dalam integrasi global. Modal intelektual seorang atau masyarakat hanya dapat dibentuk melalui pendidikan dan pelatihan berkualitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oleh karena itu harus ada perubahan besar pada sistem pendidikan nasional kita. Pendidikan harus mampu melahirkan &lt;i style=""&gt;knowledge employee&lt;/i&gt; dan membangun &lt;i style=""&gt;knowledge employee society&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk mendorong lahirnya masyarakat &lt;i style=""&gt;employee&lt;/i&gt;, pendidikan harus menciptakan kondisi-kondisi tertentu yang mampu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan global;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menumbuhkan kesadaran bahwa belajar merupakan kegiatan yang harus dilakukan sepanjang hayat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mendorong lahirnya pribadi kreatif;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;mendorong lahirnya pribadi mandiri;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mendorong tumbuhnya budaya berfikir kritis ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 52.5pt; text-align: justify; text-indent: -34.5pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mendorong tumbuhnya pribadi yang shaleh ritual dan shaleh sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William &amp;amp; Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan ddengan komunikasi jarak jauk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Internet sebaga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;i anak kandung dari teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan. Dengan internet belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pemanfaatan teknologi informasi untuk pendidikan secara garis besar meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Manajemen Sistem Informasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(SIM);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;e-learning;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Media pembelajaran;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Life skill.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Teknologi Informasi untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manajemen Sistem Informasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;SIM adalah sebuah sistem informasi keorganisasian yang mendukung bukan hanya operasi tetapi juga mendukung proses-proses manajemen. SIM yang baik sangat membantu dalam efisiensi waktu dan materi transaksi-transaksi organisasi serta mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan. Pemanfaatan teknologi informasi untuk menjalankan sistem informasi memungkinkan aliran informasi berjalan dengan cepat dan akurat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Database online yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan sekolah memudahkan terjadinya pertukaran informasi dan data dengan cepat, yang berarti efisiensi dalam segala hal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sistem informasi akademik dengan data base online di sekolah sangat membantu orangtua untuk mendapat informasi perkembangan anaknya setiap saat. Data base online memberi kemudahan-kemudahan informasi bagi siswa, orangtua maupun masyarakat. Web interaktif sekolah memudahkan komunikasi antara sekolah dengan masyarakat pelanggan. Visi, misi dan profil sekolah dengan mudah dapat diketahui oleh masyarakat awam, yang berdampak dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap sekolah. Web akademik memberikan kemudahan kepada siswa, guru, karyawan, orangtua, dan masyarakat, seperti kemajuan akademik siswa, perkembangan harian, kewajiban administratif, pendaftarn siswa baru, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;E-learning&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;E-learning merupakan bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah &lt;i style=""&gt;maya&lt;/i&gt;. (Purbo : 2002) Melalui e-learning belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Belajar mandiri berbasis kreativitas siswa yang dilakukan melalui e-learning mendorong siswa untuk melakukan analisa dan sintesa pengetahuan, menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri. Siswa dirangsang untuk melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;e-Learning &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dilakukan melalui jaringan internet, sehingga sumber belajar bukan hanya guru tetapi siapa saja yang di berbagai belahan bumi. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh siswa untuk belajar melalui e-Learning diantaranya : e-book, e-library, interaksi dengan pakar, emaill, mailling list, News group, Worl Wide Web (www.) dan lain-lain. Situs-situs yang menyediakan e-learning beberapa diantaranya : Pendidikan.net, fisika.net, fisikasmu.net, untuk fisika, cascadeimei untuk matematika, ilmu komputer, plasa.com, pintar media.com dan banyak lagi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penyelenggaraan e-Learning dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Sekolah diharapkan mampu untuk menyelenggarakan e-Learning sendiri. Secara sederhana e-Learning dapat dilaksanakan oleh guru dengan membuat situs sendiri atau situs sekolah yang di&lt;i style=""&gt;link&lt;/i&gt; dengan situs-situs yang berkaitan dengan pelajarannya. Situs guru/sekolah dapat diisi dengan materi pelajaran yang dapat divisualisasikan, tugas-tugas dan evaluasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Teknologi Informasi untuk Media Pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk hasil yang optimal pembelajaran harus menyenangkan dan merangsang imajinasi serta kreativitas siswa. Penggunaan multi metoda dan multi media sangat membantu untuk mingkatkan hasil belajar. Penemuan mutakhir tentang teori pendidikan seperti Teori Kecedasan Berganda yang dikembangkan oleh Howard Gardner, Teori Kecerdasan Emosi yang dikembangkan oleh Daniel Colleman, Quantum Learning, dan lain-lain menuntut penggunaan multi metoda dan multi media untuk mengoptimalkan hasil belajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perkawinan teknologi informasi dengan teknologi audio visual mengahasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Pembelajaran berbasis multi media (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara dan video) dapat menyajikan materi pelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran tertentu secara mandiri dengan komputer yang dilengkapi program multi media. Dipasaran banyak beredar software-software &lt;i style=""&gt;edutainment &lt;/i&gt;yang memadukan pendidikan dengan hiburan. Gurupun dapat membuat sendiri materi-materi pelajaran dengan menggunakan multi media. Beberapa program yang sering dipakai dalam pembelajaran berbasis multi media dan tidak terlalu sulit mempelajarinya : Power Point, Macromedia Director, Macromedia Flash, Maple, Mathcad, Net School Suport dan Hot Potatoes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Teknologi Informasi untuk Pendidikan Life Skill&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Teknologi informasi dengan komputer sebagai jantungnya telah memasuki berbagai aspek kehidupan. Hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan komputer. Pekerjaan yang membutuhkan keterampilan menggunakan komputer terbuka luas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Keterampilan menggunakan komputer merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat dibutuhkan untuk bersaing dalam sistim ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pendidikan teknologi informasi mengandung &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kecakapan hidup yang dapat dikembangkan baik &lt;i style=""&gt;specific life skill &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maupun &lt;i style=""&gt;general life skill&lt;/i&gt;. Kecakapan dalam mengoperasikan komputer, menggunakan berbagai program baik aplikasi maupun bahasa pemograman merupakan kecakapan hidup yang bersifat spesifik &lt;i style=""&gt;vocational&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Sementara keterampilan menggali informasi internet pada internet, mengolah dan memanfaatkannya merupakan &lt;i style=""&gt;general life skill.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Media Pembelajaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Hakikat dari proses belajar mengajar adalah proses komunikasi yaitu penyampaian informasi dari sumber informasi melalui media tertentu kepada penerima informasi. Berdasarkan hal tersebut, salah satu faktor kegagalan pembelajaran adalah adanya berbagai jenis hambatan dalan proses komunikasi antara siswa dan guru. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berbagai hambatan ini dapat berupa hambatan fisiologis, psikologis, kultural dan lingkungan (khoe, 2000 : 117). Keempat jenis hambatan itu, baik yang berasal dari guru maupun siswa, membuat komunikasi belajar mengajar tidak berjalan secara efektif dan efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan penggunaan media pembelajaran, termasuk diantaranya teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan komputer sebagai media interaktif. Diharapkan dengan pemanfaatan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, serta perhatian siswa sedemikan rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; peneliti menemukan bahwa ada berbagai cara siswa dalam memproses informasi yang bersifat unik. Sebagian lebih mudah memproses informasi visual, sebain lain lebih mudah kalau ada suara (auditorial), dan sebagian lain akan memahami dengan mudah atau lebih baik jika melakukannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan sentuhan/praktek (kinestetik). (Bobbi DePorter&amp;amp;Mike Hernacki : 1992). Efektifitas belajar sangat dipengaruhi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; belajar dan bagaimana cara belajar belajar. Bobbi DePorter (1999) mengatakan 10% informasi diserap dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat,50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bersesuian dengan hal-hal tersebut di atas komputer memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai media karena terkait dengan atau adanya kemampuan yang terkait dengan (1) video, (2) audio, (3) teks, (4) grafik dan (5) animasi seperti yang dikemukan para peneliti di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai Sarana Interaktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Guru, siswa dan media merupakan tiga komponen terkait yang dapat menciptakan kondisi efektif tidaknya kegiatan pembelajaran. Dengan demikian ketiganya sangat menentuk keberhasilan belajar siswa (Depdiknas, 2003). Ketiganya saling berinteraksi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan efektifitas interaksinya dikendalikan oleh guru. Interaksi dapat terjadi antar siswa dalam memahami dan memecahkan masalah serta interaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara siswa dan media yang memuat bahan ajar untuk meningkatkan aktivitas mental siswa dalam belajar, dan gurulah yang berperan untuk mengkondisikan lingkungannya agar siswa mampu belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai sarana interaktif merupakan salah satu bentuk pembelajaran terprogram yang dilandasi Hukum Akibat. Dalam Hukum Akibat asumsi utama yang diyakini ialah : Tingkah laku yang diikuti rasa senang besar kemungkinan untuk dilakukan atau diulang dibandingkan tingkah laku yang tidak disenangi (Harto Pramono, 1996).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pemanfaatan Komputer dalam Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai tutor, tool dan tutee. (Taylor dalam Tamir, 1986).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai      Tool (alat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam aplikasinya sebagai tool komputer biasa digunakan untuk :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="i"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kalkulasi biasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menyajikan       informasi yang dapat diulang-ulang sesuai keperluan dan kecepatan respon       siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menggambar dan       membuat grafik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Alat bantu mengajar, seperti demonstrasi pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penyimpanan data       yang dapat ‘dibuka’ untuk pengajaran’pemecahan masalah’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Simulasi dan       permainan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai      Tutor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebagai tutor komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya dsebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="i"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;komputer       menampilkan suatu informasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;siswa menjawab       pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;komputer       menevaluasi jawaban siswa;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;komputer menentukan       apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi       pada jawaban tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam aplikasi sebagai tutor komputer dapat digunakan untuk kepentingan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Latihan sekaligus membeikan balikan bagi siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mereview pencapaian belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menyelenggarakan pembelajaran remedial tentang pengetahuan dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Melaksanakan tes, baik pilihan ganda maupun yang lain, yang hasilnya segera diketahui siswa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pekerjaan rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dialog instruksional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai      Tutee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Komputer sebagai tutee digunakan oleh pengguna untuk :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mengajar komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Mempelajari hal-hal yang terkait dengan komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Langkah-langkah Penyusunan Program Pembelajaran Berbantuan Komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pembelajaran dengan menggunakan komputer sebagai media merupakan bentuk pembelajaran terprogram, sehingga pengembangan pelu dilakukan dengan hati-hati, terencana dengan baik dan berdasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran. Langkah-langkah untuk mengembangkan program pembelajaran berbantuan komputer adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perencanaan Awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kegiatan perencanaan awal meliputi, pertama mengidentifikasi tujuan, kebutuhan, dan masalah yang muncul dalam pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kedua, analisis karakteristik siswa yang akan menggunakan dan belajar materi yang akan dikembangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ketiga, pertimbangan mengenai strategi pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menyiapkan Materi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk menyiapkan materi guru harus memperhatikan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menguasai materi dan Metodologi pengajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menguasai prosedure pengembangan media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menguasai teknik pemograman komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mengetahui keterbatasan komputer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mendesain Paket Program Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Yang perlu diperhatikan dalam mendesain paket program pembelajaran adalah untuk memperkenalkan materi baru, untuk melengkapi atau menguatkan pelajaran yang telah berlangsung dengan media lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menvalidasi Paket Program Pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Memvalidasi paket program adalah membuktikan secara validitasnya empiris melalui uji lapangan terhadap paket program yang dikembangkan. Paket program harus diuji cobakan dengan memilih sampel yang representatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Program pembelajaran perlu memperhatikan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kebenaran bahan ajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ketepatan antara program dengan populasi pengguna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kesederhanaan program&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Efisiensi penggunaannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Reliabilitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi dunia menuntut perubahan sistem pendidikan nasional secara revolusioner. Hal ini dibutuhkan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, manusia yang memiliki modal intelektual yang mampu bersaing dalam percaturan ekonomi global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Untuk menghasilakan sumber daya manusia berkualitas yang harus dilakukan dengan memperbaiki kondisi pendidikan. Tanpa pendidikan berkualitas kecil kemungkinan menghasilkan lulusan berkualitas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Daftar Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Gordon Dryden &amp;amp; Dr. Jeannnette Vos. 1999.      Revolusi Cara Belajar. Kaifa. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bobby DePorter. 1999. Quantum Learning. Kaifa. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;_____________. 1999. Quantum Teaching. Kaifa. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Hari Suderajat.DR. 2003.      Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Cipta Cekas Grafika. Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;Suprayekti, M.Pd.      2003. Interaksi Belajar Mengajar. Dpdiknas. Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jalaludin Rakhmat,DR. 1997. AFTA Mengancam      Pendidikan Kita. Rosda Remaja Karya. Bangung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Abduk Kadir &amp;amp; Terra CH. 2003. Pengenalan      Teknologi Informasi. Andi Offset. &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Zamroni. DR. 2001. Paradigma Pendidikan Masa      Depan. Bigraf Publishing. Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Onno W. Purbo, DR. 2002. Teknologi e-Learning.      Elex Media Komputindo. Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Budi Sutejo Dhar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FR"&gt;ma, S.Kom. 2002.      e-Educationn. Andi Offset. Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jurnal Teknodik. No.      10/VI/Teknodik/Okoteober/2002. Pustekkom DepdiknasS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;S. Nasution, DR. Prof. 1982. Berbagai Pendekatan      dalam Proses Belajar &amp;amp; Mengajar. Bumi Aksara.Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-3514568199398661701?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/3514568199398661701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=3514568199398661701' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/3514568199398661701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/3514568199398661701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/01/pemanfaatan-ti-untuk-pembelajaran.html' title='Pemanfaatan TI untuk Pembelajaran'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-8469162334633269340</id><published>2008-01-28T07:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T07:52:05.847-08:00</updated><title type='text'>Sajak Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;buat : Ve&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ketika pisau kenangan yang kau kirim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menancap di uluhati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kucungkil jantungku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kuletakkan dekat telepon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar kau dengar detaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Tangerang, Maret 1999&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-8469162334633269340?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/8469162334633269340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=8469162334633269340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/8469162334633269340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/8469162334633269340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/01/sajak-cinta.html' title='Sajak Cinta'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8933908304735237923.post-1423346042076591818</id><published>2008-01-28T07:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T07:27:45.420-08:00</updated><title type='text'>Periodisasi Jabatan Kepala Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-indent: -42pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Tidak ada anak yang tidak bisa dididik, yang ada guru yang tidak bisa mendidik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-indent: -42pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak ada guru yang tidak bisa mendidik, yang ada kepala &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekolah yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak bisa membuat guru bisa mendidik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-indent: -42pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Prof. Ibrahim Bafadal&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kalimat di atas disitir oleh Prof. DR. Ibrahim Bafadal, guru besar Univesitas Negeri Malang yang juga ketua tim perumus Permen Diknas tentang Pengadaan Kepala Sekolah, untuk menggambarkan posisi strategis kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah, dalam seminar dan uji publik peraturan tersebut di Jakarta Agustus 2007 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lalu . Memang peningkatan mutu pendidikan tidak terjadi di kantor Dinas Pendidikan atau ruang kepala sekolah, tapi di dalam kelas dengan guru sebagai ujung tombaknya. Namun untuk mencapai kondisi tersebut dibutuhkan iklim sekolah yang kondusif, motivasi kerja dan komitmen guru yang tinggi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang harus diciptakan oleh kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer untuk meningkatkan kinerja guru. Sementara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lipham James dalam Wahyusumidjo (2005) menggambarkan &lt;b style=""&gt;posisi kepala sekolah sebagai yang menentukan titik pusat dan irama sekolah, bahkan keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah&lt;/b&gt;. Kepala Sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di negara-negara maju masalah kepala sekolah ditangani oleh lembaga tersendiri yang khusus melatih kemampuan kepala sekolah dan mempersiapkan calon kepala sekolah. Di Singapura ada lembaga ”Leadership School” khusus untuk melatih kepala sekolah dan mempersiapkan calon-calon kepala sekolah. Lembaga ini sudah go internasional. Begitu juga di Malasyia, Korea Selatan, Australia dan negara-negara Eropa memiliki lembaga sejenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Kompetensi Kepala Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sebagai sebuah sistem yang kompleks sekolah terdiri dari sejumlah komponen yang saling terkait dan terikat, diantaranya : kepala sekolah, guru, kurikulum, siswa, bahan ajar, fasilitas, uang, orangtua dan lingkungan. Komponen kepala sekolah merupakan komponen terpenting karena kepala sekolah merupakan salah satu input sekolah yang memiliki tugas dan fungsi paling berpengaruh terhadap proses berlangsungnya sekolah. Kepala sekolah merupakan sumber daya manusia jenis manajer (SDM-M) yang memiliki tugas dan fungsi &lt;i style=""&gt;mengkoordinasikan dan menserasikan&lt;/i&gt; sumberdaya manusia jenis pelaksana (SDM-P)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui sejumlah &lt;i style=""&gt;input&lt;/i&gt; manajemen agar SDM-P&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggunakan jasanya untuk becampur tangan dengan sumberdaya selebihnya (SD-slbh), sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik untuk dapat menghasilkan &lt;i style=""&gt;output&lt;/i&gt; yang diharapkan. (Poernomosidi Hadjisarosa : 1997). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Perubahan paradigma pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralisasi menjadi desentralisasi dengan kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menuntut seorang kepala sekolah tidak hanya menjadi seorang manajer yang lebih banyak berkosentrasi pada permasalahan anggaran dan persoalan administratif lainnya, namun juga dituntut menjadi seorang pemimpin yang mampu menciptakan visi dan mengilhami staf serta semua komponen individu yang terkait dengan sekolah. MBS menuntut seorang kepala sekolah menjadi seorang manajer sekaligus pemimpin atau meminjam istilah Gardner (1986) sebagai ”manajer pemimpin”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konsekuensi dari perubahan paradigma tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang kepala sekolah dituntut untuk memiliki karakteristik dan kompetensi yang mendukung tugas dan fungsinya dalam menjalankan proses persekolahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Slamet PH (2002) menyebutkan kompetensi yang wajib dimiliki seorang kepala sekolah untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sebagai berikut : kepala sekolah harus memiliki wawasan ke depan (visi) dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan (misi) serta paham benar cara yang akan ditempuh (strategi), memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menserasikan seluruh sumberdaya terbatas yang ada untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang umumnya tidak terbatas, memiliki kemampuan pengambilan keputusan dengan terampil, memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan dan mampu menggugah bawahannya untuk melakukan hal-hal penting bagi tujuan sekolahnya. Disamping itu kemampuan untuk membangun partisipasi dari kelompok-kelompok kepentingan sekolah (guru, siswa, orangtua siswa, ahli, dsb.) sehingga setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan partisipatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Sementara Permen Diknas no. 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah mensyaratkan untuk menjadi kepala sekolah profesional harus kompeten dalam menyusun perencanaan pengembangan sekolah secara sistemik; kompeten dalam mengkoordinasikan semua komponen sistem sehingga secara terpadu dapat membentuk sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif; kompeten dalam mengerahkan seluruh personil sekolah sehingga mereka secara tulus bekerja keras demi pencapaian tujuan institusional sekolah, kompeten dalam pembinaan kemampuan profesional guru sehingga mereka semakin terampil dalam mengelola proses pembelajaran; dan kompeten dalam melakukan monitoring dan evaluasi sehingga tidak satu komponen sistem sekolah pun tidak berfungsi secara optimal, sebab begitu ada satu saja diantara seluruh komponen sistem sekolah yang tidak berfungsi secara optimal akan mengganggu pelaksanaan fungsi komponen-komponen lainnya. Kompleksitas sekolah sebagai satuan sistem pendidikan menuntut adanya seorang kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, sipervisi dan sosial.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Kepala sekolah yang memiliki kompetensi tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mutlak dibutuhkan untuk membangun sekolah berkualitas, sekolah efektif, karena kepala sekolah sebagai pemegang otoritas dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah perlu memahami proses pendidikan di sekolah serta menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat berjalan sesuai dan sejalan dengan upaya-upaya pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Maju mundurnya suatu sekolah tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah, karena “Kepala Sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah”. Untuk mewujudkan sekolah efektif dibutuhkan kepala Sekolah yang tidak hanya sebagai figur personifikasi sekolah, tapi juga paham tentang tujuan pendidikan, punya visi masa depan serta mampu mengaktualisasikan seluruh potensi yang ada menjadi suatu kekuatan yang bersinergi guna mencapai tujuan pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 3pt; text-indent: 33pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;Untuk membangun sekolah efektif menurut &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;N. Hatton&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;D. Smith&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (1992) dalam tulisannya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perspective on Effective school&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;perlu kepemimpinan instruksional yang kuat, perhatian yang jelas pada hasil belajar, penghargaan murid yang tinggi, lingkungan yang baik serta pengawasan tingkat prestasi, semua ini akan terwujud apabila seluruh unsur yang terlibat dalam proses pendidikan di sekolah berjalan optimal sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Dibutuhkan iklim sekolah yang baik untuk menjadikan sekolah sebagai sekolah efektif. Menurut &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Paula F. Silver&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (1983) iklim sekolah dibentuk oleh hubungan timbal balik antara perilaku Kepala Sekolah dan perilaku guru sebagai suatu kelompok. Perilaku Kepala Sekolah dapat mempengaruhi interaksi interpersonal para guru. Dengan demikian dinamika kepemimpinan Kepala Sekolah dengan kelompok (guru dan staf) dipandang sebagai kunci untuk memahami variasi iklim sekolah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 3pt; text-indent: 33pt; line-height: 150%;"&gt;Interaksi antara prilaku guru dan perilaku kepala sekolah akan menentukan iklim sekolah yang bagaimana yang akan terwujud, iklim sekolah yang baik dan kondusif bagi kegiatan pendidikan akan menghasilkan interaksi edukatif yang efektif, meningkatkan motivasi kerja guru dan staf yang pada akhirnya meningkatkan kinerja guru dan staf, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah akan berjalan dengan baik, dan keadaan sebaliknya akan terjadi jika iklim sekolah tidak kondusif. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Robert Stinger (2002) menyebutkan &lt;i style=""&gt;perilaku pemimpin mempengaruhi iklim organisasi yang kemudian mendorong motivasi kerja karyawan. Motivasi merupakan pendorong utama terjadinya peningkatan kinerja&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Pengadaan Kepala Sekolah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;C.E Beeby&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (1981) dalam bukunya “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pendidikan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” menguraikan tentang masih rendahnya kemampuan Kepala Sekolah baik di Sekolah Dasar maupun di Sekolah Lanjutan, meski diakui Kepala Sekolah Lanjutan lebih tinggi kualitasnya karena umumnya berkualifikasi Sarjana, namun tetap saja Kinerja/Kepemimpinan Kepala Sekolah masih dianggap gagal dimana “sebab utama dari kegagalan dalam kepemimpinan para Kepala Sekolah ini terletak pada organisasi intern Sekolah lanjutan itu sendiri”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;. Sementara &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sherry Keith&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Robert H. Girling&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt; (1991) mengutip laporan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Coleman Report&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-style: normal;"&gt; menyebutkan bahwa dalam penelitian efektifitas sekolah 32% prestasi siswa dipengaruhi kualitas manajemen sekolah. Ini berarti &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;bahwa kinerja kepala sekolah dalam manajemen pendidikan akan juga berdampak pada prestasi siswa yang terlibat di dalam sekolah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Untuk melahirkan seorang kepala sekolah yang profesional dibutuhkan sistem yang kondusif, baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rekrutmen maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembinaan. Dari proses rekrutmen yang sarat KKN mustahil dilahirkan seorang kepala sekolah yang profesional. Dibutuhkan sistem rekrutmen yang berfokus pada kualitas dan pembinaan yang berorientasi pada kinerja dan prestasi dengan ”&lt;i style=""&gt;reward &amp;amp; punishment&lt;/i&gt;” yang tegas dan konsekuen untuk melahirkan seorang kepala sekolah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang tangguh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Pengadaan kepala sekolah merupakan proses mendapatkan calon kepala sekolah yang paling memenuhi kualifikasi dalam rangka mengisi formasi kepala sekolah dalam satuan pendidikan tertentu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rangkaian kegiatan pengadaan kepala sekolah terdiri dari : penetapan formasi, rekrutmen calon, seleksi calon dan pengangkatan calon yang paling memenuhi kualifikasi. Tahap rekrutmen dan seleksi merupakan tahap yang paling krusial, yang jika terjadi salah langkah pada tahap ini bisa berakibat fatal bagi sekolah yang mendapat kepala sekolah yang kurang kompeten. Tidak sedikit sekolah yang sebenarnya memiliki potensi besar karena siswa yang masuk merupakan siswa berprestasi tapi tidak berkembang, stagnan, bahkan mengalami kemunduran akibat kepala sekolah yang tidak kompeten. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Untuk melahirkan kepala sekolah yang profesional, Depdiknas sedang menggodok Peraturan Menteri Tentang Pedoman Dan Panduan Pelaksanaan Pengadaan Kepala Sekolah, untuk dijadikan pegangan bagi daerah dalam pengadaan kepala sekolah. Beberapa prinsip rekrutmen yang penting dalam pengadaan kepala sekolah menurut depdiknas adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Rekrutmen calon kepala sekolah dilakukan secara rutin pada awal tahun berdasarkan hasil analisis dan penetapan formasi jabatan kepala sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Rekrutmen calon kepala sekolah dilakukan secara proaktif dalam rangka mendapatkan guru yang paling menjanjikan untuk menjadi kepala sekolah. Rekrutmen calon kepala sekolah hendaknya dilakukan melalui proses pencarian secara aktif kepada semua guru yang dipandang memiliki kualifikasi dan kompetensi kepala sekolah, sehingga guru-guru yang memiliki kualifikasi dak kompetensi yang paling menjanjikan banyak melamar dan mengikuti seleksi calon kepala sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Rekrutmen calon kepala sekolah dilakukan secara terbuka melalui surat kabar lokal dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru yang memenuhi kualifikasi. (Depdiknas : 2007)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Seleksi merupakan tahap ketiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam pengadaan kepala sekolah. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor : 162/U/2003, tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, pasal 5 menyebutkan tahap-tahap seleksi kepala sekolah yang meliputi : 1)Seleksi administratit, 2)Test Tulis dan 3)Paparan makalah. Sementara dalam rancangan Peraturan Mendiknas tentang Pedoman dan Panduan Pengadaan Kepala Sekolah seleksi terdiri dari : seleksi administratif, seleksi akademik, uji kompetensi dan uji akseptabilitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Mengingat strategisnya peran kepala sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan maka proses pengadaan kepala sekolah, baik rekrutmen mapupun seleksi menjadi salah satu faktor terpenting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;Periodisasi Masa Jabatan Kepala Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Proses rekrutmen kepala sekolah yang baik belum cukup untuk menghasilkan kepala sekolah yang tangguh dan profesional jika tidak disertai pembinaan yang baik, yaitu pembinaan yang berorientasi pada kinerja dan prestasi dengan ”&lt;i style=""&gt;reward &amp;amp; punishment&lt;/i&gt;” yang tegas dan konsekuen.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pembinaan kepala sekolah seperti yang berlaku selama ini &lt;i style=""&gt;’kepala sekolah berprestasi maupun tidak berprestasi tetap aman menjadi kepala sekolah’&lt;/i&gt;, bahkan &lt;i style=""&gt;kepala sekolah yang sarat dengan masalahpun&lt;/i&gt; tetap aman pada posisinya sampai pensiun, kecil kemungkinan lahir kepala sekolah yang tangguh dan profesional. Dibutuhkan sistem pembinaan yang menimbulkan motivasi berprestasi, seperti penghargaan dan promosi bagi kepala sekolah berprestasi dan sebaliknya peninjauan kembali jabatan kepala sekolah bagi mereka yang tidak berprestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0296/U/1996, tanggal 1 Oktober 1996 tentang Penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Depdikbud dan disempurnakan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor : 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah telah mengarah pasa sistim pembinaan di atas. Ada dua aspek penting dalam kedua Kepmen tersebut yaitu : Kepala Sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah dan masa jabatan Kepala Sekolah selama 4 (empat) tahun serta dapat diperpanjang kembali selama satu masa tugas berikutnya bagi kepala sekolah yang berprestasi sangat baik. &lt;b style=""&gt;Status Kepala Sekolah adalah guru dan tetap harus menjalankan tugas-tugas guru&lt;/b&gt;, mengajar dalam kelas minimal 6 jam dalam satu minggu di samping menjalankan tugas sebagai seorang manajer sekolah. Begitu juga ketika masa tugas tambahan berakhir &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maka statusnya kembali menjadi guru murni dan kembali mengajar di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada tataran praktis implementasi kedua Kepmen tersebut tidak berjalan mulus. Banyak daerah yang tidak memperdulikannya. Kepmen 0296/U/1996 yang berlaku saat pengelolaan pendidikan dilaksanakan secara terpusat disiasati dengan memutihkan masa jabatan kepala sekolah setiap terjadi rotasi. Kepala Sekolah yang hampir habis masa jabatannya dirotasi dan masa jabatannya kembali ke nol tahun. Nasib Kepmen 162/U/2003 relatif lebih baik. Banyak daerah yang mulai melaksanakan Kepmen tersebut. Daerah-daerah di Jawa tengah, Jawa Timur, Sumatera dan Jawa Barat sebagaian besar sudah melaksanakannya. Kota Tangerang melalui Perda nomor 11 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dalam pasal 22 dan 23 telah mencantumkan ketentuan-ketentuan dalam Kepmen tersebut dan tinggal menunggu pelaksanaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Periodisasi masa jabatan Kepala sekolah yang dilaksanakan secara konsisten akan mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah. Kepala Sekolah akan bekerja keras untuk meningkatkan prestasi sekolahnya sebagai bukti prestasi kinerjanya, sehingga masa jabatannya bisa diperpanjang atau mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi. Prestasi yang diraih sekolah-sekolah akan meningkatkan mutu pendidikan di daerah dan pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8933908304735237923-1423346042076591818?l=gurutisna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurutisna.blogspot.com/feeds/1423346042076591818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8933908304735237923&amp;postID=1423346042076591818' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/1423346042076591818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8933908304735237923/posts/default/1423346042076591818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurutisna.blogspot.com/2008/01/periodisasi-jabatan-kepala-sekolah-dan.html' title='Periodisasi Jabatan Kepala Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan'/><author><name>Guru Gelisah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10146771513501227512</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Aaqk8deleKw/SBALtWcPm-I/AAAAAAAAACs/BncvObXQ318/S220/P1010008.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
